banner 728x250

Kemenpar Fasilitasi Business Matching Industri Pariwisata RI-Korsel di IBM 2025

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memfasilitasi pertemuan bisnis antara lima pelaku industri pariwisata Indonesia dengan 23 mitra strategis (buyer) dari Republik Korea di kegiatan Indonesia Business Matching (IBM) 2025.

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, di Jakarta, mengatakan ajang ini diharapkan mempererat hubungan bisnis sekaligus memperluas pasar pariwisata Indonesia di Korea Selatan dan kawasan Asia Timur.

banner 325x300

“Republik Korea merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Melalui Indonesia Business Matching 2025, kami berharap hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata semakin erat dan membuka peluang promosi yang lebih luas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia,” ujar Bayu, Senin (10/11/2025).

IBM 2025 Republik Korea diselenggarakan pada 4 November 2025 di Busan. Lima pelaku industri pariwisata yang berpartisipasi di kegiatan ini adalah Pakuwon Group, Kalandara Resort Lombok, Somewhere Lombok Resort, Ombak Property Gili Trawangan dan Garuda Indonesia.

Dalam forum ini, mereka berkesempatan mempresentasikan berbagai produk unggulan dan peluang kerjasama kepada 23 mitra strategis Korea Selatan, termasuk perusahaan besar seperti HanaTour Service Inc., Air Busan, Jeju Air dan Lotte Tour Development.

Selain memperkenalkan destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta dan Labuan Bajo, kegiatan ini juga menyoroti Lombok sebagai destinasi unggulan dengan potensi besar untuk wisata bahari (marine tourism). Promosi tersebut menjadi bagian dari strategi Kemenpar mendorong diversifikasi destinasi dan pertumbuhan pariwisata yang merata di seluruh Indonesia.

Pasar Potensial

Korea Selatan tercatat sebagai salah satu pasar potensial bagi wisatawan mancanegara Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 jumlah kunjungan wisatawan asal Korea Selatan mencapai 436.054 orang, dengan rata-rata lama tinggal 9,10 hari dan pengeluaran rata-rata USD1.384 per kunjungan.

Deputy Chief of Mission KBRI Seoul, Ali Andika Wardhana, menyampaikan pihaknya bersama Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan akan terus mendukung promosi pariwisata Indonesia di Korea Selatan. Dia juga mendorong pelaku industri untuk mengembangkan paket wisata yang inovatif dan berkelanjutan, guna menarik minat wisatawan muda asal Korea Selatan.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menegaskan IBM 2025 merupakan bagian dari rangkaian promosi global pariwisata Indonesia yang berfokus pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dengan pengalaman berwisata yang menginspirasi dan berkesan.

“Konsistensi promosi pariwisata melalui business matching dan berbagai program lainnya akan terus memperkuat pengenalan destinasi unggulan Indonesia di pasar Korea Selatan. Kami ingin menginspirasi wisatawan dunia untuk Go Beyond Ordinary dalam menjelajahi keindahan nusantara,” paparrnya.

Namo Fitzgerald

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji bertukar cenderamata saat di IBM 2025 Korea Selatan. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *