banner 728x250

Wamenkop Sebut Gudang Kopdes Bisa Untuk Menampung Potensi Produk Unggulan Desa

banner 120x600
banner 468x60

MAROS, gen-idn.com – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pembangunan gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) khususnya pergudangan, akan dimaksimalkan untuk menampung produk-produk yang menjadi potensi unggulan desa.

Di mana nantinya, petani bisa menjual gabahnya dan dibeli Kopdes, lalu dikeringkan, digiling, kemudian dijual lagi ke masyarakat. “Dampaknya, masyarakat bisa menikmati harga beras yang tidak terlalu mahal dan tidak perlu beli dari luar Sehingga, ketahanan pangan di Desa Bontomate’ne ini berdaulat dan mandiri pada saatnya nanti,” papar Wamenkop, usai peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan KDKMP Bontomate’ne, Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (2/12/2025).

banner 325x300

Oleh karena itu, Wamenkop mengapresiasi langkah cepat dari seluruh pihak dan stakeholder yang terlibat memaksimalkan waktu guna membangun gerai KDKMP Bontomate’ne ini.

Wamenkop berharap dengan dibangunnya gerai Kopdes Bontomate’ne, perekonomian di desa tersebut dapat berkembang pesat, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada. Wamenkop juga berharap proses pembangunannya bisa melibatkan masyarakat di sekitarnya, sehingga ada rekrutmen terhadap tenaga kerja baru. Diharapkan Kopdes ini akan menjadi milik masyarakat desa ini, sehingga partisipasi masyarakat yang jumlahnya belasan ribu jiwa, secara maksimal bisa bergabung menjadi anggota koperasi.

“Masyarakat bisa memanfaatkan segala fasilitas yang kita bangun ini sebagai tempat transaksi untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kata Wamenkop.

KDKMP juga sebagai tempat offtaker hasil bumi dari masyarakat untuk diolah di koperasi, kemudian dikembalikan dengan dijual ke masyarakat. “Nantinya, keuntungan dalam bentuk SHU bisa dibagi lagi di akhir tahun untuk masyarakat sebagai anggota koperasi,” tutur Wamenkop.

Komitmen KDKMP

Bagi dia, proses ekosistem seperti itu merupakan bentuk komitmen KDKMP, yakni dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. “Saya pastikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi satu tonggak penting mempercepat penguatan ekonomi masyarakat desa,” tegas Wamenkop.

Pasalnya, groundbreaking ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas KDKMP, mulai dari gerai layanan, ruang usaha, hingga sarana pendukung lainnya, akan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. “Kehadiran Kopdes diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa,” urai Wamenkop.

Baginya, melalui sinergi dengan program KDKMP, pemerintah desa kini memiliki ruang lebih besar untuk berperan langsung dalam membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal, menghadirkan layanan ekonomi yang nyata, hingga meningkatkan pendapatan masyarakat ke lapisan terbawah.

Wamenkop mengajak seluruh stakeholder untuk terus mendorong percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan dan sarana pendukung Kopdes lainnya di desa-desa. “Begitu pula dengan percepatan operasionalisasi koperasi, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan harian warga, penyerapan produk lokal, hingga peningkatan pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat.”

Hadir, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih, Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, Kepala Biro Humas Tata Usaha dan Teknologi Informasi Kemenkop Darmono dan Ketua Apdesi Merah Putih Anwar Sadat.

Erwin Tambunan

Wamenkop Farida Farichah bersama Mendes dan PDT Yandri Susanto dan pejabat terkait bersiap untuk groundbreaking. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *