banner 728x250

Wamenkop: Program Magang Kopdes Cetak SDM Koperasi Yang Unggul

banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG, gen-idn.com – Program magang pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Batch ketiga ditutup Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. Program bagi pengurus dan pengelola KDKMP sektor pertanian digelar selama 8 hari di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Wamenkop Farida menyatakan penutupan program magang ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) bagi 38 pengurus/pengelola KDKMP dari 11 provinsi. Dia mengingatkan agar hasil magang tidak sebagai formalitas saja, melainkan dapat diaplikasikan di Kopdes-nya masing-masing.

banner 325x300

“Jadi tidak main-main, Bapak-Ibu di sini bisa disebut sebagai patriot. Tujuan magang ini tidak hanya mengelola distribusi LPG atau kasir saja, tetapi dapat menjadikan Kopdes sebagai lokomotif ekonomi di setiap desa Bapak/Ibu semua,” kata Wamenkop Farida, Selasa (9/12/2025).

Program magang ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan koperasi, khususnya di sektor pertanian, tetapi juga menanamkan semangat patriotisme bagi para pengurus agar ke depan pengelolaannya benar-benar dilakukan dengan semangat profesionalisme yang tinggi. Dia menyebut para peserta sebagai “patriot” yang bertugas mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Farida Farichah menegaskan bahwa koperasi desa memiliki peran strategis mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo, yakni pembangunan ekonomi desa dan stabilitas swasembada pangan. “Kami percaya Bapak-Ibu mampu untuk mengelola KDKMP yang pada akhirnya akan jadi seperti yang dicita-citakan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena migrasi tenaga kerja desa ke kota yang kerap menimbulkan ironi. Menurutnya, koperasi desa harus menjadi solusi agar masyarakat tidak perlu berebut lapangan kerja di perkotaan. Oleh karena itu diharapkan melalui program magang ini dapat menjadi batu lompatan bagi pengurus/pengelola koperasi agar lebih inovatif dalam mengembangkan usaha Kopdesnya sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan di desa.

Wamenkop Farida menambahkan bahwa pengembangan koperasi tidak berhenti pada pelatihan seperti yang dilakukan dalam program magang tersebut, melainkan harus terus bermitra, menghimpun pembiayaan, dan memperluas jejaring. Melalui cara tersebut, ia meyakini bahwa pengembangan usaha Kopdes/Kel Merah Putih akan jauh lebih mudah.

Ia berharap pengalaman magang yang dilakukan di Kopontren Al-Ittifaq tersebut dapat menginspirasi pengurus Kopdes/Kel Merah Putih lainnya yang belum sempat mengikuti program serupa. “Kita berharap dari program magang ini apa yang didapatkan bisa berbagi ilmu dengan teman-teman yang belum bisa magang,” ujarnya.

Data Lahan Desa

Farida meminta peserta magang segera mengirimkan data lahan desa yang siap dibangun aset fisik seperti gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya. Pasalnya hingga saat ini masih banyak KDKMP belum mengirimkan data tanah untuk dilakukan inventarisasi lahan membangun aset fisik.

Dia juga mengingatkan agar koperasi tidak menjadi lembaga eksklusif, melainkan terbuka bagi seluruh masyarakat desa. Semakin banyak anggota, semakin besar dampak positif yang dihasilkan. “Jadi ujung tombak dari KDKMP ini adalah Bapak-Ibu semuanya, sehingga kita sangat berharap jangan jadikan ini beban, tapi jadikan ini tantangan,” ucapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Desty Anna Sari menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan bagian dari upaya inkubasi dan inovasi berbasis koperasi. Melalui program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem KDKMP melalui praktek langsung dan berjejaring dengan koperasi yang telah sukses.

Destry berharap kolaborasi yang dibangun dalam program magang memberikan manfaat nyata bagi pengurus/pengelola koperasi para peserta magang. Dia juga berharap pengalaman dan praktek baik yang dilakukan selama program magang dapat diimplementasikan di koperasinya masing-masing.

Presiden Direktur Al Ittifaq Irpan Sadikin memberikan pesan dan menyebut para peserta magang sebagai bibit unggul masa depan koperasi Indonesia. Dia optimis para peserta program magang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tumbuh lebih baik bersama koperasi yang dikelolanya.

“Hari ini kami mendistribusikan bibit-bibit dan insan-insan terbaik bagi masa depan koperasi Indonesia. Saya yakin panennya (hasil program magang) akan melimpah (berhasil),” terang Irpan.

Dia berharap para pengurus mampu mereplikasi proses modern koperasi yang telah dijalankan di Kopontren Al Ittifaq. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya menggerakkan ekonomi desa, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat sekitar. “Bukan hanya ekonomi desanya saja yang bergerak, tapi ekonomi seluruh masyarakat di sekitar koperasi juga ikut bergerak,” tutup Irpan.

Erwin Tambunan

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyerahkan sertifikat program magang ke salah seorang peserta saat penutupan. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *