banner 728x250

Menkop: Gerai Kopdes Jadi Etalase Produk Lokal Dari Program Rocket Youthpreneur

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bisa menjadi etalase bagi produk lokal, khususnya dari peserta program Rocket Youthpreneur 2025, program Yayasan Indonesia Setara dan Sandination Academy untuk menyiapkan generasi muda menjadi wirausaha unggul dan siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada agenda Graduation and Awarding Rocket Youthpreneur 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/12/2025), Menkop mengajak para peserta untuk menjadikan koperasi sebagai wadah kolaborasi, inovasi, sekaligus motor penggerak ekonomi rakyat.

banner 325x300

“Silahkan produksi dan silahkan jual melalui gerai sembako dan ritel modern yang ada di Kopdes, jadi jangan takut produknya tidak terserap,” kata Menkop.

Ferry Juliantono mengapresiasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) atas terselenggaranya program inkubasi bisnis bagi wirausahawan muda melalui program Rocket Youthpreneur 2025. Menurutnya program ini mampu meningkatkan kompetensi dari tenaga kerja di usia produktif sehingga sangat relevan dengan upaya Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong inovasi KDKMP.

“Kami membuka kesempatan kepada Bapak Ibu semua untuk bermitra dengan Koperasi Desa karena kita juga ingin mengubah mindset bahwa koperasi harus memulai untuk membangun ekosistem industri,” terangnya.

Menurut Menkop, koperasi desa akan menjadi ekosistem baru yang tumbuh dari bawah. Dia menekankan koperasi harus berfungsi sebagai offtaker produk masyarakat desa, baik itu hasil perkebunan, kerajinan, maupun kuliner. Nantinya, koperasi desa akan bekerjasama dengan mitra bisnis dan perusahaan untuk membangun industri permesinan serta melengkapi kebutuhan produksi masyarakat. “Fungsi Kopdes adalah menjadi offtaker dari produk masyarakat desa,” jelasnya.

Per hari ini sudah tersedia lahan yang siap dibangun gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya di 34.000 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk gerai, gudang dan sarana lainnya yang sedang dibangun mencapai 27.000 unit. Secara periodik jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah tanah yang terdata.

Mendukung Upaya Pemerintah

Ferry berharap semua pihak terutama seluruh peserta Rocket Youthpreneur 2025 mendukung upaya pemerintah dalam percepatan operasionalisasi 80.000 KDKMP. Menurutnya program strategis nasional ini akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia secara luas apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Mohon doa dan dukungannya semoga program Koperasi Desa ini berjalan sesuai dengan rencana dan semoga menjadi langkah awal kita semua bagaimana para pelaku usaha di desa tumbuh dan bersinergi dengan Koperasi Desa,” ulasnya.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan dukungan penuh terhadap program koperasi desa. Dia melihat Koperasi Desa sebagai wadah strategis untuk mengintegrasikan UMKM dengan ekosistem ekonomi nasional. Dengan 64 juta UMKM yang ada di Indonesia, keberadaan 80.000 koperasi desa akan menjadi tulang punggung distribusi dan penguatan usaha kecil.

“Kami di tim Yayasan Indonesia Setara siap mendukung Pak Menkop dalam program utamanya,” tegas Sandiaga.

Sandiaga mengajak peserta Rocket Youthpreneur untuk berani bermimpi besar. Koperasi bisa menjadi jembatan menuju pasar modal. Dengan koperasi sebagai basis, UMKM dapat tumbuh, berkembang dan pada akhirnya masuk ke Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan tercatat. “Menjadi entrepreneur bukan semata mencari cuan, tapi bagaimana fokus berdampak pada sesama kita,” tuturnya.

Erwin Tambunan

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan buku tentang kejayaan koperasi ke Menkop Ferry Juliantono. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *