banner 728x250

Menkop Ajak Koperasi Mahasiswa Masuk ke Sektor Produksi

banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak generasi Z, khususnya mahasiswa, membangun masa depan koperasi Indonesia, melalui kemampuan digital marketing, koneksi bisnis online, hingga inovasi produk dan layanan. Gen Z dapat membawa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melompat lebih cepat dan modern.

Hal itu ditegaskan Menkop saat memberi kuliah umum pada Seminar Nasional BEM FEB Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) periode 2024-2025, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025). Pada kesempatan yang sama, Menkop sekaligus meresmikan Kantor Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula.

banner 325x300

“Lahir dan berkembangnya koperasi mahasiswa di perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya menghidupkan kembali semangat berkoperasi di kalangan generasi muda,” kata Menkop.

Dia mengapresiasi pendirian Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula dengan konsep yang modern dan berorientasi bisnis produktif. Ini merupakan wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk berwirausaha dan berinovasi di era digital.

Menkop mengatakan selama ini koperasi dihadapkan pada arena ekonomi yang tidak adil. Koperasi dibatasi untuk melakukan kegiatan usaha, sementara ekonomi pasar bebas berkembang yang dikuasai oleh praktek neoliberal. Koperasi akhirnya lebih dikenal sebagai koperasi simpan pinjam.

“Banyak sekali tindakan regulasi yang membatasi koperasi. Nggak boleh bikin bank, nggak boleh bikin rumah sakit, nggak boleh bikin perjalanan umroh dan haji, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Regulasinya itu dibuat untuk mencegah koperasi menjadi besar,” tegas Menkop.

Terjadi Perubahan

Namun, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo sudah terjadi perubahan, pengelolaan koperasi tidak lagi terbatas. Koperasi dapat mengelola usaha pertambangan, mengelola sumur minyak. “Sekarang sesuai dengan keinginan Presiden, koperasi boleh masuk ke sektor-sektor yang besar lagi. Ini akan menjadi terwujud, memang perlu waktu,” lanjutnya.

Karena itu, dia mendorong koperasi mahasiswa masuk ke sektor produksi karena kesempatan yang semakin terbuka. Dia mengharapkan mahasiswa dan kampus tidak ragu membangun usaha di sektor-sektor, seperti membangun pabrik sabun kecil, pabrik sambal, kecap.

Kampus juga diharapkan dapat membuat alat-alat teknologi untuk membantu para petani agar kualitas produk pertaniannya tetap terjamin dan harga tidak anjlok, membangun mesin penggilingan yang dapat di tempatkan di desa-desa.

Dikatakan, jangan takut produknya tidak laku sebab kampus dan koperasi mahasiswa dapat bekerjasama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kopdes memiliki lebih 80.000 gerai retail, lembaga keuangan mikro, cold storage, pergudangan di setiap desa dan kelurahan.

“Kita punya namanya new emerging market. Kekuatan pasar yang baru. Kalau adik-adik mahasiswa, koperasi-koperasi mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini,” tandasnya seerta menegaskan ini saatnya untuk membesarkan kembali koperasi yang relatif bertahun-tahun terlupakan.

Erwin Tambunan

Menkop menggunting pita untuk meresmikan Kantor Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *