banner 728x250

Dukungan Publik Menguat, Menkop Apresiasi Hasil Survei Program Kopdes Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

BOGOR, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi hasil survei KedaiKopi terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menunjukkan dukungan publik terus meningkat dan bertambah tinggi. Mengacu pada hasil survei tersebut dapat menjadi acuan bagi Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk merumuskan strategi yang tepat untuk terus meningkatkan kepercayaan dan dukungan publik terhadap program strategis tersebut.

“Ini menjadi pertaruhan bagi kita semua bahwa KDKMP harus sudah benar-benar beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat,” kata Menkop saat memimpin Rapat Kerja (Raker) Kemenkop di Bogor, Senin (12/1/2026).

banner 325x300

Menkop berharap agar hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei KedaiKopi tersebut tidak cepat membuat seluruh insan Kemenkop berpuas diri karena di tahun 2026 menjadi tahun yang penuh tantangan. Terlebih pada Maret-April 2026 ditargetkan puluhan ribu KDKMP yang terbangun segera beroperasi secara aktif.

Menkop juga mendorong agar sumber daya yang saat ini dimiliki Kemenkop dioptimalkan agar program KDKMPbisa  lebih digaungkan dan digelorakan untuk anak muda, terutama bagi generasi Gen Z. Dia menyadari Gen Z saat ini juga dihadapkan pada kondisi terbatasnya lapangan kerja yang dapat mereka akses sehingga keberadaan KDKMP diharapkan menjadi jawaban dari keresahan masyarakat.

“Harapannya kita bisa menyasar pada segmen milenial dan Gen Z yang sekarang menjadi perhatian dari pemerintah agar Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Ferry Juliantono.

Menkop berkomitmen untuk memastikan program KDKMP menjadi salah satu program strategis dan prioritas dari Presiden Prabowo dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu sinergi, kolaborasi dan penguatan Sumber Daya Manusia di Kemenkop perlu untuk ditingkatkan agar proses pengawalan program berjalan secara simultan. “Kita juga tidak boleh lupa untuk menyiapkan SDM dan modul-modul terkait untuk peningkatan kapasitas pengurus, pengawas atas pengelola KDKMP,” tukasnya.

Survei yang dilakukan KedaiKopi pada 10–15 Desember 2025 secara online terhadap 2.044 responden memperlihatkan 76,1% masyarakat mengetahui program itu. Sementara 82,7% menyatakan setuju dengan implementasinya. Bahkan di daerah yang sudah memiliki Kopdes berjalan, tingkat kepuasan mencapai 96,3%.

“Energi Positif”

“Hasil survei ini menjadi energi positif bagi kita semua. Artinya, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” tandas Menkop.

Founder KedaiKopi Hendri Satrio menyatakan bahwa citra koperasi selama ini masih kuat dengan stigma simpan pinjam. Namun masyarakat kini memiliki pandangan dan harapan baru dengan adanya program KDKMP dengan ekspektasi program ini dapat membawa perubahan signifikan bagi nama besar koperasi di Indonesia. “Insyaallah dengan dukungan publik yang kuat, kita bisa menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak keberhasilan koperasi Merah Putih,” harap Hendri.

Hendri memaparkan sebanyak 70% responden menyadari tujuan utama koperasi adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat, sementara 81,3% memahami koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan.

Hendri mengaku cukup terkejut dengan hasil survei terkait yang mencatat dukungan publik terhadap program yang dinilai masih baru di era pemerintahan Prabowo Subianto. Untuk satu kebijakan dan program baru dengan hasil survei yang mencatat 82,7% setuju menandakan bahwa program tersebut benar-benar dinilai sebagai program yang strategis yang akan memberikan harapan bagi perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Untuk satu program pemerintah yang baru diluncurkan, itu hasil survei sangat baik sekali, hal ini tidak lepas dari peran bapak ibu semua untuk melakukan sosialiasi sehingga ini harusnya bisa digenjot,” terangnya.

Menutup presentasi hasil surveinya, Hendri menekankan beberapa hal penting bagi satu koperasi untuk dipastikan dapat berjalan, yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung usaha warga dan menyediakan harga murah. Harapan masyarakat terhadap KDKMP juga diharuskan mengedepankan aspek transparansi dan bebas dari praktek korupsi.

“Publik ingin koperasi bebas dari praktek korupsi dan dikelola secara profesional. Testimoni keberhasilan nyata dan komunikasi sederhana akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan,” jelas Hendri.

Erwin Tambunan

“Kita juga tidak boleh lupa menyiapkan SDM dan modul-modul terkait peningkatan kapasitas pengurus, pengawas atas pengelola KDKMP,” tukas Menkop. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *