banner 728x250

Putin Sebut Serangan ke Masjid Islamabad Biadab, Tawarkan Bantuan

banner 120x600
banner 468x60

ISTANBUL, gen-idn.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan mematikan di satu masjid di Islamabad sebagai tindakan “biadab” dan menyampaikan pesan belasungkawa kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, seraya menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Pakistan.

“Pembunuhan terhadap orang-orang saat menjalankan ibadah keagamaan merupakan bukti lebih lanjut dari sifat terorisme yang biadab dan tidak berperikemanusiaan,” kata Putin, seraya menyampaikan belasungkawa atas serangan yang menargetkan para jemaah, sebagaimana disampaikan Kremlin, Jumat (6/2/2026) waktu setempat.

banner 325x300

Pemimpin Rusia itu mengatakan Moskow siap untuk “semakin memperluas kerjasama dengan mitra Pakistan di bidang penanggulangan terorisme” yang menandai kesiapan untuk mempererat koordinasi keamanan antara kedua negara. Putin juga meminta agar “simpati dan dukungan tulusnya” disampaikan kepada keluarga serta kerabat para korban tewas, dan mendoakan kesembuhan cepat bagi seluruh korban yang mengalami luka-luka.

Otoritas Pakistan menyatakan sedikitnya 31 orang tewas dan 169 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di Imambargah Khadijah-tul-Kubra, satu tempat ibadah Muslim Syiah di kawasan Shehzad Town, Islamabad. Pelaku meledakkan bahan peledak setelah dihadang aparat keamanan, seperti dihimpun dari berbagai sumber berita.

Kementerian Luar Negeri India juga menyatakan bahwa pengeboman tersebut “patut dikecam” dan menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa. New Delhi menolak klaim Islamabad mengenai keterlibatan India dalam serangan tersebut dan menyebut tudingan itu “tidak berdasar” serta “tidak bermakna”.

Sebelumnya, Juru Bicara Perdana Menteri Sharif, Mosharraf Zaidi, menuding serangan itu didalangi India, seraya menyatakan bahwa tindakan semacam itu tidak akan merusak pemulihan ekonomi maupun posisi diplomatik Pakistan. India membantah tuduhan tersebut dan menyatakan Pakistan tidak seharusnya “menipu diri sendiri dengan menyalahkan pihak lain”.

NF

Foto ilustrasi ledakan bom di Islamabad, Pakistan. Foto: Ant.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *