banner 728x250

Menkop Resmikan TORASERA di Kubu Raya Sebagai Pusat Distribusi Produk Kopdes Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

KUBU RAYA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (TORASERA) Pondok Pesantren Abdusalam di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kehadiran TORASERA merupakan langkah konkret pemerintah memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus mendorong penguatan usaha rakyat berbasis koperasi.

Menkop menegaskan TORASERA dirancang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem koperasi yang kuat, efisien dan berkelanjutan, melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam skema ini, koperasi pesantren berperan sebagai mitra sekaligus kakak asuh bagi koperasi desa, khususnya untuk penguatan manajemen, model bisnis dan operasional usaha.

banner 325x300

“TORASERA bukan sekadar toko ritel, tetapi menjadi pusat distribusi, agregator, sekaligus hub ekonomi rakyat. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan koperasi mampu membuka lapangan kerja, memperluas pasar produk lokal, memanfaatkan teknologi dan memberi manfaat langsung yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Menkop, Senin (9/2/2026.

Menkop menyampaikan pengembangan TORASERA sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah, kini hadir lebih kuat untuk mengatur arah dan praktek ekonomi nasional dengan menempatkan koperasi sebagai instrumen utama ekonomi kerakyatan.

Sebagai bagian dari strategi nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 83.000 KDKMP di seluruh Indonesia. Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah tahap operasionalisasi koperasi sebagai entitas bisnis yang sehat dan menguntungkan. Oleh karena itu, keberadaan TORASERA di Kubu Raya diproyeksikan menjadi model nasional yang akan direplikasi di berbagai daerah.

“TORASERA ini akan kita susun sebagai model bisnis dan pedoman operasional yang bisa diterapkan di kabupaten dan kota lain. Fungsinya tidak hanya menjual kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, tetapi juga menjadi offtaker produk petani, nelayan, UMKM, serta menyalurkan program-program pemerintah agar lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kembali ke Masyarakat

Menkop juga menekankan pentingnya keberpihakan daerah terhadap koperasi, termasuk melalui kebijakan tata kelola distribusi dan ritel, agar koperasi desa tumbuh dan manfaat ekonominya kembali ke masyarakat, bukan terserap ke pemegang saham besar. Menkop menyatakan koperasi desa dan TORASERA diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi masyarakat desa, mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, panjangnya rantai distribusi, hingga jeratan pinjaman ilegal. Dengan koperasi, masyarakat didorong menjadi pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat.

“KDKMP adalah program strategis nasional. Kita ingin menciptakan perputaran uang di desa, menumbuhkan ekonomi lokal dan pada akhirnya memperkuat perekonomian nasional,” tegasnya sambil menyampaikan apresiasi ke Pondok Pesantren Abdusalam, Koperasi Pondok Pesantren, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan TORASERA pertama di Indonesia.

“Ini bukan hanya kebanggaan Kubu Raya dan Kalimantan Barat, tetapi juga kebanggaan gerakan koperasi nasional. Dengan keberhasilan TORASERA, kita sedang membangun sejarah baru ekonomi kerakyatan Indonesia,” kata Ferry Juliantono.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi berdirinya TORASERA sebagai wujud dari eksistensi pengusaha lokal. Dia meyakini, kehadiran TORASERA akan menjadi inspirasi bagi para pengusaha lokal untuk bersaing di tengah menjamurnya ritel modern. “Dengan munculnya TORASERA Abdusalam ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi juga untuk dikembangkan di daerah-daerah seluruh Indonesia,” tukas Gubernur Kalimantan Barat.

Ketua Pengurus TORASERA Abdusalam, Gus Anas mengatakan, sedikitnya 100 Kepala Desa bersama ketua koperasi desa hadir untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama distribusi barang melalui ToraSera. “Kami ingin TORASERA ini menjadi pusat ekonomi bersama. Pesantren bisa menyuplai produk, koperasi desa berbelanja grosir dan UMKM sekitar menjadi tenant,” tutur Gus Anas.

Konsep TORASERA tidak hanya sebagai pusat belanja, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti ATM perbankan, restoran berbasis pembayaran nontunai (cashless), hingga pujasera yang diisi UMKM lokal tanpa biaya sewa, listrik, maupun air.

Erwin Tambunan

Menkop Ferry Juliantono memperhatikan satu produk yang dipajang di TORASERA Pondok Pesantren Abdusalam Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *