banner 728x250

Kemenkop, Kemensos dan BP Taskin Kick Off Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan Melalui Kopdes Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

PURWOREJO, gen-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Pemerintah Kabupaten Purworejo kick off kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Purworejo, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini sebagai bagian dari pilot project pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrim melalui wadah KDKMP. Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Kemensos di Kabupaten Purworejo kini telah menjadi anggota KDKMP Dukuhrejo dengan harapan mereka mendapat manfaat yang lebih dan diharapkan mandiri secara ekonomi.

banner 325x300

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan KDKMP akan menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendorong KPM naik kelas secara bertahap sehingga lebih sejahtera dan berdaya. Kick off ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama lintas kementerian yang sebelumnya dilakukan. “Ini kelanjutan dari MoU antara Kemensos dan Kemenkop beberapa waktu lalu untuk mendorong penerima manfaat menjadi anggota Kopdes. Selanjutnya aspek pemberdayaannya akan kita bantu melalui operasionalisasi KDKMP,” ujar Menkop.

Model kolaborasi pemberdayaan KPM program Kemensos akan diperluas di berbagai wilayah Indonesia sejalan dengan dimulainya operasionalisasi KDKMP. Diharapkan sinergi tersebut akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dari desil terbawah meningkat menuju keluarga sejahtera. “Ini akan kita uji cobakan di beberapa tempat lagi dan ini akan menjadi model bagi pengentasan kemiskinan sehingga warga desil 1 bisa berkurang dan naik kelas menjadi desil 2 dan seterusnya,” lanjutnya.

Ferry Juliantono menekankan KDKMP bukan hanya tempat penjualan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok semata. KDKMP juga akan diposisikan sebagai offtaker dari berbagai produk yang dihasilkan masyarakat di sekitarnya. Sebagai contoh dengan adanya bantuan dari Kemensos bersama Japfa Comfeed Indonesia berupa satu set lengkap ayam petelor bagi KPM Kemensos diharapkan produknya bisa didistribusikan melalui KDKMP Dukuhrejo.

“Kopdes ini harus menjadi tempat menampung hasil produk masyarakat desa seperti hasil ternak telur yang telah dibantu bisa dijual melalui Kopdes sehingga Bapak/Ibu mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya serta menegaskan setelah para KPM program Kemensos menjadi anggota KDKMP akan mendapat beragam manfaat seperti Sisa Hasil Usaha (SHU) dari bisnis proses yang dikelola KDKMP. Dengan begitu secara bertahap mereka akan kembali mendapatkan tambahan pendapatan di setiap akhir periode.

“Harapannya nanti mereka setelah menjadi anggota KDKMP, juga akan mendapatkan tambahan pendapatan sisa hasil usaha. Insyaallah dengan menjadi anggota koperasi desa, manfaatnya akan lebih besar,” jelasnya.

Konsisten

Sebagai penutup, dia berpesan kepada pemerintah Kabupaten Purworejo untuk memastikan proses operasionalisasi KDKMP Dukuhrejo berjalan dengan baik dan konsisten. Dia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kemensos dan BP Taskin sehingga upaya pemerintah melakukan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim bisa mulai terlihat hasilnya melalui KDKMP. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan tidak hanya membantu keluarga pra-sejahtera ke luar dari kemiskinan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui koperasi sebagai pusat penggerak produktivitas dan kemandirian warga.

“Terima kasih kepada Kemensos dan BP Taskin yang telah bersinergi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat bersama-sama,” katanya.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa KDKMPmerupakan salah satu instrumen dari skema program percepatan pengentasan memastikan yang efektif. KDKMPmenjadi bagian dari program pemberdayaan sehingga keberadaannya harus didukung semua pihak. “Kami dari Kementerian Sosial ditugaskan untuk mendorong agar penerima manfaat, bantuan-bantuan dari Kementerian Sosial nanti menjadi anggota Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Dan hari ini kita uji coba di sini,” terang Mensos.

Mensos berharap sinergi dengan Kemenkop dan BP Taskin terus diperkuat agar ke depan jumlah masyarakat yang miskin terus berkurang. Oleh karena itu, dia mendorong semua pihak terlibat dalam proses pemutakhiran data, khususnya data para KPM Bansos. Sebab data sosial ini dapat berubah dengan sangat cepat setiap saat.

Dia berharap tahun 2026 melalui sinergi dengan lintas Kementerian dan Lembaga, jumlah masyarakat miskin ekstrim di Purworejo terus berkurang menjadi masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya, terutama setelah bergabung menjadi anggota KDKMP. “Terimakasih tahun lalu sudah wisuda graduasi sebanyak 1.000 KPM dari Kemensos, kita harap tahun depan menjadi 3.000 yang lulus graduasi menjadi keluarga mandiri,” bebernya.

Mensos kembali menekankan agar para KPM PKH yang berada pada usia produktif diarahkan masuk ekosistem KDKMP. Bantuan sosial dari pemerintah sifatnya sementara dan untuk menjaga agar rakyat tidak jatuh. Selanjutnya Koperasi membantu agar masyarakat miskin bisa bangkit dan mandiri. “Ini sesuai arahan Presiden: keluarga usia produktif tidak boleh kehilangan semangat untuk menjadi keluarga berdaya. Mereka harus terdorong menjadi anggota koperasi desa.”

Erwin Tambunan

Para penerima manfaat bantuan-bantuan Kementerian Sosial yang didorong menjadi anggota Koperasi Desa atau KDKMP. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *