banner 728x250

Soemitrofest: Gen Z Didorong Jadi Motor Kebangkitan Koperasi

banner 120x600
banner 468x60

PURWOREJO, gen-idn.com – Semangat berkoperasi kembali digelorakan melalui ajang Soemitrofest Koperasi Goes to Campus bertema “Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru”. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengajak generasi muda, gen Z dan milenial khususnya mahasiswa dan santri, agar melek koperasi dan menjadikannya sebagai motor penggerak ekonomi masa depan.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari menegaskan anak muda harus menjadi garda terdepan kebangkitan koperasi. Kreativitas dan inovasi yang menjadi ciri khas anak muda menjadi salah satu modal utama dalam upaya melakukan transformasi bisnis koperasi

banner 325x300

“Anak muda harus menjadi game changer. Mereka adalah masa depan ekonomi Indonesia, masa depan koperasi,” ujar Destry di Talkshow pada rangkaian kegiatan Soemitrofest di Kampus Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi di Purworejo, Jawa Tengah,  Sabtu (14/2/2026).

Destry percaya bahwa di tangan anak-anak muda, koperasi lebih berkembang dan maju ketika disinergikan dengan perkembangan teknologi. Terlebih dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadikan ruang dan peluang anak-anak muda terlibat dalam ekosistem pengembangan koperasi semakin besar. “Ketika kita berbicara koperasi yang jumlahnya 83.000, jalannya ke depan adalah generasi muda. Mereka yang berpendidikan tinggi, mereka yang akan menjadi pemain utama,” jelasnya.

Dia mencontohkan di Purworejo terdapat potensi sumber daya alam seperti yang dapat dimonetisasi lebih tinggi seperti gula semut, sabut kelapa, arang batok kelapa dan potensi lainnya melalui wadah koperasi. Dengan melibatkan anak-anak muda mengelola sumber daya alam tersebut diharapkan tercipta nilai tambah yang lebih sehingga dapat menopang kesejahteraan masyarakat khususnya diri mereka sendiri

“Kami ingin anak muda lokal membawa potensi ini menjadi penggerak ekonomi nasional,” tambahnya.

Digelar Lebih Masif

Destry berharap kegiatan serupa Soemitrofest ini bisa digelar lebih masif di berbagai daerah dengan mengundang lebih banyak Gen Z, terutama dari kalangan mahasiswa ataupun santri. Semakin banyak anak muda yang terlibat maka tingkat literasi terkait koperasi di kalangan mereka akan semakin meningkat. “Ketika kita berbicara industrialisasi, hilirisasi hingga swasembada pangan, maka seharusnya anak-anak muda inilah yang berdiri di barisan terdepan,” katanya.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung KDKMP hingga beroperasi. Termasuk di antaranya menggaet anak-anak muda di Kabupaten Purworejo untuk terlibat langsung dipengelolaan Koperasi. “Pelibatan anak muda yang paling mudah adalah learning by doing. Kalau mereka sudah merasakan manfaatnya (berkoperasi) maka ini bisa menjadi tempat menggantungkan harapan ekonomi mereka,” tutur Dion.

Dia memahami pengembangan koperasi khususnya KDKMP menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Namun dengan tekad yang sama dan gotong royong, dia optimis koperasi bisa menjadi alat paling strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa atau kelurahan. “Konsepnya sangat baik, tinggal bagaimana eksekusinya. Koperasi ini bukan milik pemerintah tapi milik masyarakat sehingga masyarakat sendiri harus kita dorong optimismenya dan kita libatkan,” tukasnya.

Rektor IAI An-Nawawi Ashfa Khoirunnisa’ menyambut baik program Koperasi Goes to Campus karena melalui program ini dapat menggugah kesadaran para mahasiswa untuk menjadi bagian terpenting dalam upaya memajukan perekonomian bangsa melalui koperasi. Dia berharap mahasiswanya tidak hanya unggul dalam akademik dan mengaji, tetapi juga peduli pada kemandirian ekonomi.

“Saya senang sekali ada program ini di kampus kami. Saya mengajak anak muda Indonesia untuk ikut bergabung dan memajukan koperasi,” tegasnya.

Erwin Tambunan

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari bersama dengan peserta Soemitrofest di Kampus Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi di Purworejo, Jawa Tengah,  Sabtu (14/2/2026).

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *