PAMEKASAN, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ekosistem koperasi nasional yang disampaikannya pada pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu sore (21/2/2026).
Menkop menekankan koperasi induk tersebut diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi petani tembakau di Madura untuk meningkatkan posisi tawar terhadap industri besar. “Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera harus menjadi rumah besar bagi petani tembakau, sekaligus meningkatkan posisi tawar mereka agar setara dengan pelaku industri besar,” tegasnya.
Dia memastikan produk-produk lokal masyarakat akan menjadi prioritas untuk dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)di seluruh Indonesia. Keberpihakan pemerintah terhadap koperasi dan pelaku usaha kecil, termasuk pedagang tradisional. Keberadaan koperasi desa diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus menciptakan kemandirian desa.
“Ini adalah momentum langka, ketika pemerintah memiliki keberpihakan kuat terhadap koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” ujarnya.
Menkop menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjalankan program strategis pembentukan KDKMP yang digagas Presiden Prabowo Subianto. “Ini bukan tugas yang ringan, namun alhamdulillah seluruh KDKMP telah berbadan hukum sejak Juli 2025,” terang Menkop.
Hingga saat ini, pembangunan fisik berupa gudang dan sarana pendukung koperasi telah mencapai lebih dari 30.000 unit di seluruh Indonesia dan sekitar 1.000 unit telah selesai 100%. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan tersebut rampung pada Mei 2026 dan siap dioperasionalkan. “Selain pembangunan fisik, kami juga menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan, rekrutmen pengurus, serta pendampingan operasional koperasi,” tambahnya.
Tidak Hanya Berfungsi
Ditegaskan, koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa agar menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat. Menurutnya, pemerintah juga membuka akses permodalan seluas-luasnya bagi koperasi desa, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari perbankan. Dengan demikian, masyarakat desa memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Dalam konteks penguatan ekonomi lokal, Ferry Juliantono menyoroti pentingnya kehadiran pusat distribusi di setiap wilayah untuk menopang aktivitas koperasi desa. Pusat distribusi itu akan menyalurkan kebutuhan pokok, barang subsidi, hingga produk lokal hasil masyarakat. Ferry menyampaikan apresiasi atas pengukuhan KITMAS dan berharap koperasi tersebut dapat berkembang menjadi lembaga yang produktif, inklusif dan berkelanjutan.
“Selamat atas pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera. Semoga koperasi ini menjadi rumah yang aman dan produktif bagi para anggotanya,” pungkasnya.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman, mengapresiasi pengukuhan pengurus KIPMAS pada kesempatan itu. Dia berharap pengukuhan membawa dampat positif bagi perekonomian lokal, khususnya sektor pertanian. “Mudah-mudahan pengukuhan pengurus KITMAS membawa barokah pada Pamekasan, sehingga dengan demikian para petani, terutama petani pembakau itu bisa bangkit dari keterpurukan,” jelas Bupati.
CEO PT Bawang Mas Group Khairul Umam, berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kebangkitan para petani garam dan tembakau. Khairul Umam juga mendorong agar produk-produk dari para petani tembakau dan garam dapat diserap ekosistem koperasi ke depannya. “Dan kalau sudah ada koperasi nanti lebih enak, dananya dapat dikucurkan untuk membeli tembakau dari petani di sini,” ungkapKhairul Umam.
Erwin Tambunan
Menkop Ferry Juliantono beramahtamah dengan pimpinan KITMAS di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, usai meresmikan koperasinya. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















