MULHEIM, gen-idn.com – Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari mengevaluasi dan analisis menyeluruh jelang laga babak 16 besar BWF World Tour Super 300 German Open 2026 melawan pasangan Jepang Kaho Osawa/Mai Tanabe di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Jumat dini hari waktu setempat setelah menghentikan pasangan Uni Emirat Arab Mysha Omer Khan/Taabia Khan dengan skor 21-9, 21-12 pada babak pertama.
“Kami akan mengevaluasi dan analisa dulu. Kami akan mempelajari kelemahan serta kebiasaan permainan mereka, termasuk menonton video pertandingan mereka, agar bisa lebih siap saat bertanding besok,” ujar Apriyani kepada Ti Media dan Humas PP PBSI.
Lanny mengatakan pada awal pertandingan mereka sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang digunakan. “Di awal-awal poin tadi kami masih mencoba beradaptasi dengan kondisi lapangan dan juga shuttlecock pertandingan. Saat latihan kemarin kami tidak menggunakan kok yang sama dengan yang dipakai hari ini, jadi memang di awal masih terasa mencari feel pukulan,” ujar Lanny.
Namun setelah interval game pertama, permainan keduanya mulai stabil dan mampu mengontrol laga. “Setelah poin 11 ke atas kami sudah mulai menemukan pola permainan yang tepat. Dari situ permainan kami lebih stabil dan bisa lebih mengontrol jalannya pertandingan,” katanya.
Apriyani menambahkan suhu udara yang dingin juga mempengaruhi sentuhan permainan di awal laga. Meski demikian, mereka mampu menyesuaikan diri dan menutup pertandingan dalam dua game langsung. “Alhamdulillah kami bisa terus mencoba menyesuaikan diri dan akhirnya bisa menang.”
Mion Efendy
Apriyani Rahayu mengantisipasi serangan pasangan Uni Emirat Arab Mysha Omer Khan/Taabia Khan yang akhirnya menang dengan skor 21-9, 21-12. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















