banner 728x250

Menteri UMKM Ingatkan Pentingnya Perkuat Pasar Dalam Negeri

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Pemerintah melalui Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat pasar dalam negeri di tengah meningkatnya ketidakpastian global dengan memprioritaskan konsumsi produk lokal sebagai penopang utama perekonomian nasional.

“Dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian dunia antara lain kenaikan harga minyak dan penguatan nilai tukar dolar AS. Karena itu, kita perlu memperkuat pasar dalam negeri melalui peningkatan konsumsi produk lokal,” ujar Menteri UMKM di Indonesia Economic Forum 2026 bertema Global In Flux and The Road Ahead di Jakarta, Senin (2/3/2026).

banner 325x300

Menurut Menteri UMKM, pasar domestik Indonesia memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan dan dijaga secara konsisten guna mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Dia mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa sekitar 50% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik.

“Kalau kita berbicara mengenai pasar Indonesia, sebagaimana disampaikan Pak Airlangga, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50%. Ini menunjukkan betapa strategisnya kekuatan pasar dalam negeri,” katanya.

Dalam konteks tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan terhadap pengusaha UMKM, salah satunya melalui upaya mensterilisasi pasar domestik dari peredaran barang impor ilegal yang merugikan produk dalam negeri. Menteri menegaskan, akses pembiayaan yang selama ini terus diperluas akan menjadi tidak optimal apabila pasar dipenuhi barang impor ilegal dengan harga yang tidak wajar.

“Percuma pengusaha UMKM mendapatkan akses pembiayaan jika mereka tidak mampu menjual produknya karena pasar dibanjiri barang impor ilegal dengan harga yang tidak masuk akal. Pasar inilah yang harus kita amankan,” bebernya.

Koordinasi Lintas Kementerian

Saat ini, pemerintah sedang melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk merapikan tata kelola perdagangan dalam negeri serta memperkuat pengawasan terhadap masuknya barang impor ilegal. Langkah itu diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang adil dan sehat, sehingga pengusaha UMKM memiliki ruang tumbuh yang lebih luas di pasar domestik.

Maman Abdurrahman juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak situasi saling menyalahkan atas maraknya produk impor ilegal. Dia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang penguatan UMKM yang pada akhirnya sangat bergantung keberpihakan terhadap produk dalam negeri.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran bahwa jika ingin UMKM tumbuh dan berkembang, maka pasar dalam negeri harus kita jaga dan amankan,” jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu yang menilai penguatan konsumsi domestik sebagai langkah strategis menghadapi dinamika global. Menurutnya, di tengah berbagai risiko dan ketidakpastian global, Indonesia tetap memiliki peluang untuk tumbuh apabila mampu mengantisipasi dan melakukan mitigasi secara tepat.

“Saat ini memang banyak risiko dan ketidakpastian. Namun jika kita optimistis, masih ada kesempatan yang bisa kita ambil. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi serta menjalankan langkah-langkah mitigasi secara terukur,” terang Mari Elka.

Forum diskusi itu  turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta Ketua Komisi XI DPR RI Muhamad Misbakhun. Melalui penguatan konsumsi produk lokal, penataan pasar domestik dan sinergi kebijakan lintas sektor, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pengusaha UMKM tidak hanya bertahan di tengah gejolak global, tetapi juga menjadi pilar utama ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional.

Erwin Tambunan

“Percuma pengusaha UMKM mendapatkan akses pembiayaan jika mereka tidak mampu menjual produknya karena pasar dibanjiri barang impor ilegal dengan harga yang tidak masuk akal,” beber Menteri UMKM.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *