KOTA TANGERANG, gen-idn.com – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong perempuan, kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Tangerang menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dari level terendah yaitu di desa/kelurahan. Dia percaya bahwa solidnya organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU akan mampu menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi umat, terutama melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Kami berharap perempuan yang ada di kelurahan, termasuk Fatayat NU di Tangerang ini menjadi penggerak KDKMP, karena koperasi ini dihadirkan pemerintah untuk masyarakat,” kata Wamenkop pada acara Gebyar Ramadhan Kariim Al- Ittihad yang digelar oleh Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Tangerang di Masjid Al-Ittihad, Tangerang, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis membangun generasi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan, bidang parenting maupun ekonomi menjadi hal yang sangat penting. “Perempuan, apalagi ibu-ibu muda, punya tugas mendidik penerus bangsa. Tantangan anak-anak saat ini jauh lebih besar dibandingkan zaman kita dulu,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan kondisi global saat ini memberi dampak langsung terhadap ekonomi nasional. Konflik di berbagai belahan dunia, menurutnya, turut mempengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk di Indonesia. Sebagai upaya memastikan stabilitas ekonomi di Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global ini, Wamenkop mendorong para perempuan, khususnya Fatayat NU di Tangerang membangun basis ekonominya disinergikan dengan program strategis pemerintah, yaitu KDKMP.
Karena itu, penting perempuan tidak hanya menjadi objek ekonomi, tetapi juga pelaku ekonomi. Perempuan harus mampu melihat peluang usaha di tengah perubahan kondisi ekonomi. Perempuan yang tergabung di organisasi seperti Fatayat NU memiliki modal sosial yang sangat besar untuk membangun ekosistem ekonomi bersama. Dengan struktur organisasi Fatayat NU yang menjangkau hingga tingkat ranting di desa dan kelurahan, maka hal ini menjadi kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi.
“Sebagai Pelaku Ekonomi”
“Jadikanlah anggota yang jumlahnya besar itu sebagai pelaku ekonomi, sebagai penggerak ekonomi di masyarakat,” pintanya.
Farida Farichah menjelaskan bahwa KDKMP bisa menjadi sumber pendapatan bagi desa. Sebagian keuntungan koperasi masuk ke kas desa yang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan dan kebutuhan masyarakat. Para aktivis perempuan Fatayat NU di Kota Tangerang, dapat mengambil peran aktif program tersebut. “Kami berharap aktivis perempuan seperti Fatayat NU menjadi penggerak koperasi desa, bukan hanya sebagai anggota, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang melahirkan unit-unit usaha baru,” tutur Farida.
Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Banten Noni Menawati membenarkan organisasi perempuan memiliki peran strategis membangun kekuatan ekonomi berbasis komunitas. Fatayat NU telah memiliki koperasi sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi organisasi. Ditegaskan, koperasi merupakan investasi penting bagi keberlangsungan ekonomi anggota untuk jangka panjang. Menurutnya, keberadaan koperasi harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat sekitar.
Pembina Fatayat NU Kota Tangerang yang juga merupakan istri Wali Kota Tangerang Rini Rizqiyya Maryono mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Fatayat NU di Kota Tangerang. Dia menilai kolaborasi antara organisasi perempuan dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah melalui dinas terkait, bisa bantu memperluas dampak kegiatan organisasi di masyarakat. Selain penguatan ekonomi melalui koperasi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Erwin Tambunan
“Jadikanlah anggota yang jumlahnya besar itu sebagai pelaku ekonomi, sebagai penggerak ekonomi di masyarakat,” pinta Wamenkop. Foto: Humas.


















