PASURUAN, gen-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) road show Koperasi Goes To Campus: Level Up Literasi Koperasi Generasi Muda. Road show ini dilakukan karena koperasi akan menjadi bagian masa depan mahasiswa dan generasi muda Indonesia. Melalui peningkatan pemahaman mahasiswa tentang koperasi diharapkan kampus menjadi rumah baru bagi gerakan Koperasi Indonesia.
“Kampus adalah tempat lahirnya gagasan, tempat tumbuhnya kepemimpinan dan tempat ditempanya karakter bangsa. Di sinilah masa depan Indonesia sedang dibentuk, termasuk masa depan koperasi kita,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari pada road show ke kampus Universitas PGRI Wiranegara, Senin (9/3/2025) di Pasuruan, Jawa Timur.
Dia menegaskan, ruang kesempatan untuk membangun koperasi di Indonesia semakin luas seiring dengan kebijakan Presiden yang memprioritaskan pengembangan koperasi, bahkan dengan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diseluruh Indonesia. Koperasi akan menjadi alat pemerataan ekonomi dan pendapatan masyarakat serta mencapai tujuan sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Ke depan koperasi akan menjadi alat untuk tumbuhnya industrialisasi mulai dari desa, terjadinya hilirisasi lewat koperasi serta swasembada pangan. Oleh karena itu, Destry mendorong kampus menjadi laboratorium sosial, di mana nilai-nilai koperasi dipraktekkan, gotong royong, kebersamaan, keadilan dan tanggung jawab. Selanjutnya, mahasiswa dapat mengelola, mengembangkan bahkan memimpin koperasi.
“Saya ingin menyampaikan pesan yang sangat jelas dan tegas hari ini, Anak muda, jangan ragu untuk menjadi anggota koperasi. Jangan ragu untuk berkarya di koperasi dan jangan ragu untuk berkarier di koperasi. Koperasi adalah ruang strategis untuk membangun masa depan, bagi diri kalian, bagi masyarakat dan bagi bangsa Indonesia,” tegas Destry.
Sudah Banyak Contoh
Destry mengemukakan sudah banyak contoh koperasi yang dikelola anak muda tumbuh menjadi koperasi yang berhasil. Caranya dengan mengenali potensi ekonomi anggotanya. Contohnya, koperasi yang bergerak di bidang industri kreatif, yakni Kinarya Coop yang mempunyai target memberikan SHU kepada anggotanya senilai UMR kota Solo. Kinarya Coop bergerak di bidang perfilman sebagai lokomotif unit usaha pariwisata, agribisnis dan pengolahan sampah. Pelaku utama penggerak koperasi Kinarya Coop adalah para gen Z.
Destry juga mendorong koperasi mahasiswa jeli melihat peluang bisnis yang sebenarnya ada di lingkungan kampus. Mulai dari membuat jaket mahasiswa, jilbab, sepatu dan berbagai peluang lainnya. “Bisnis akan berputar jika koperasi memenuhi kebutuhan anggotanya. Koperasi mahasiswa diharapkan menjadi tempat latihan bagi mahasiswa untuk berkoperasi,” ucap Destry.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan koperasi jadi bagian local wisdom yang menguatkan semangat kegotong-royongan. Hal ini sejalan dengan semangat nasional untuk mendorong perekonomian langsung dirasakan masyarakat. “Kami atas nama pemerintah kota Pasuruan, hari ini berikhtiar untuk menguatkan dan mengembangkan koperasi menjadi jati diri ekonomi nasional,” ujar wali kota.
Dia mengatakan kegiatan Koperasi Goes to Campus meningkatkan literasi tentang koperasi dari sisi value, sehingga terbentuk calon penggerak koperasi yang profesional dan berkelanjutan. Selain itu, menumbuh-kembangkan semangat koperasi di kalangan generasi muda.
Rektor Universitas PGRI Wiranegara Mochammad Taufik mengemukakan, sebagai dosen yang berlatar pendidikan ilmu koperasi, dia menegaskan koperasi merupakan lembaga usaha yang hebat. Koperasi dapat tumbuh bersaing dengan usaha lainnya. Menurutnya, meski saat ini kontribusi PDB koperasi masih rendah sekitar 5-6%, ia yakin dengan kehadiran generasi muda bergabung di koperasi, maka PDB akan dapat meningkat hingga 10%.
Erwin Tambunan
“Koperasi mahasiswa diharapkan menjadi tempat latihan bagi mahasiswa untuk berkoperasi,” ucap Destry. Foto: Humas.


















