banner 728x250

Kemenkop Teken MoU Bersama SCO-ETEC Guna Tingkatkan Potensi Ekonomi Perikanan dan Kelautan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama strategis nasional dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center atau SCO-ETEC (Pusat Pertukaran Ekonomi dan Perdagangan Organisasi Kerjasama China-Shanghai Organisasi Kerjasama Shanghai) terkait penguatan ekosistem industri perikanan dan ekonomi rakyat berbasis koperasi di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Terdapat enam jenis nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan kedua belah pihak di mana semuanya terkait dengan upaya mengoptimalkan keberadaan koperasi dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi di sektor perikanan dan kemaritiman.

banner 325x300

Keenam jenis MoU tersebut, yaitu Mou Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Koperasi, MoU Proyek Pabrik Es dan Cold Storage Berbasis Koperasi, MoU pengembangan Gudang Ikan Modern, MoU Pemberdayaan Galangan Kapal Yang Dikelola Oleh Koperasi, MoU Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Serta Pengembangan Usaha Koperasi di Sektor Perikanan, kemudian MoU Sinergi Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi di Kawasan Perikanan.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa penandatangan kerjasama itu tindak lanjut dari kesepakatan di berbagai sektor, khususnya di sektor ekonom antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping tahun lalu. Kerjasama di sektor ekonomi tersebut fokus pada pengembangan sektor perikanan dan kemaritiman melalui koperasi.

“Kesepakatan yang kami lakukan, khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, didalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan,” kata Menkop usai menghadiri acara.

SCO-ETEC bersama mitra perusahaan dari China akan mendukung pembangunan fasilitas vital seperti pabrik es batu, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini, terutama yang akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dia menegaskan Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dengan lebih dari dua pertiga wilayah berupa lautan. Sektor perikanan memiliki peran yang sangat penting mendukung ketahanan pangan, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Namun demikian, Indonesia dihadapkan pada kondisi kemiskinan yang ekstrim, terutama di wilayah-wilayah pesisir yang merupakan area lumbung pangan berbasis maritim. Oleh karena itu perlu ada upaya keberlanjutan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam tersebut agar permasalahan kemiskinan dapat dihilangkan

“Meningkatkan Potensi”

“Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, Kemenkop berkomitmen untuk mengawal implementasi kerjasama ini agar berjalan efektif. Dia berharap sinergi antara Kemenkop dengan SCO-ETEC dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Dengan dukungan teknologi dan investasi dari SCO-ETEC, koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia.

“Melalui kerjasama ini kita mendorong adanya transfer pengetahuan, teknologi dan perluasan akses pasar untuk produk – produk yang dikembangkan oleh koperasi dan produk yang dikembangkan di luar koperasi,” ucapnya.

Menkop juga berharap agar kerjasama ini bisa menjadi model pengembangan kawasan perikanan berbasis koperasi yang modern dan terintegrasi, yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari SCO-ETEC, KDKMP diharapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. “Kami atas nama Pemerintah Republik Indonesia berterima kasih dan mengharapkan agar kerjasama ini bisa berlangsung dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ketua Ketua Umum CO-ETEC, Yang Zijun mengatakan siap mendukung penguatan ekosistem industri perikanan dan perekonomian rakyat, terutama di sektor kemaritiman. Dia juga mengapresiasi program strategis nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program KDKMP.

Menurut Yang, program Koperasi Desa itu menjadi salah satu program kerakyatan yang akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama di desa di masa mendatang. “Kebijakan yang sangat merakyat ini membuat kami penuh dengan kepercayaan terhadap masa depan Indonesia,” urai Yang.

Yang menambahkan, melalui MoU yang telah dilakukan tersebut dipastikan akan memberikan manfaat bagi kedua negara dan turut memperkuat sinergi dan kerjasama yang selama ini dilakukan antar dua negara. Pihaknya juga siap melakukan penjajakan lebih mendalam untuk memperluas kerjasama bilateral yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Kami siap memahami lebih dalam mengenai iklim investasi dan kebutuhan pasar di Indonesia serta berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia mengenai peluang kerjasama di bidang perikanan, kawasan industri, pertanian dan logistik,” tuturnya.

Erwin Tambunan

Yang Zijun berjabatan dengan Menkop Ferry Juliantono atas kerjasama yang dilakukan kedu belah pihak. Foto: Humas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *