banner 728x250

Menkop Resmikan Koperasi MCMI, Targetkan Sinergi Berbasis Masjid dan Ekonomi Lokal

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) yang berlokasi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Peresmian ini menandai komitmen pemerintah mendukung penguatan sistem ekonomi berbasis masjid dan konektivitas dengan potensi ekonomi lokal.

Menkop menegaskan Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen untuk mendampingi, membina, hingga memberikan akses pembiayaan bagi koperasi berbasis masjid. Dia menyebutkan bahwa masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat perputaran ekonomi umat.

banner 325x300

“Kapasitas Kementerian Koperasi memang bertugas membina koperasi, kami memiliki Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang siap membantu pengembangan kegiatan koperasi MCMI,” ujar Menkop di hadapan pengurus MCMI.

Menkop berharap Koperasi MCMI di Masjid Sunda Kelapa dapat menjadi contoh positif bagi rencana pembentukan koperasi-koperasi berbasis masjid di wilayah lainnya.
Langkah ini diharapkan mengikuti jejak sukses Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Timur yang telah memiliki aset triliunan rupiah.

Menkop menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi lebih dalam dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Agama guna menyusun peta jalan pembangunan koperasi masjid secara sistematis di seluruh tanah air.

Ferry Juliantono menjelaskan, pemerintah sedang masif membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 83.000 titik seluruh Indonesia. Saat ini, sebanyak 32.000 bangunan fisik sedang dalam proses pengerjaan dan 2.200 di antaranya telah rampung 100%. Dia mendorong agar Koperasi MCMI berperan sebagai produsen barang-barang kebutuhan pokok yang nantinya akan dipasarkan melalui jaringan ritel KDKMP.

“Kita Punya Gerainya”

“Saya mengharapkan Koperasi Masjid ini yang memproduksi barang-barang, yang dapat dijual di seluruh gerai Koperasi Desa. Kita punya gerainya, maka barangnya pun harus dari kita sendiri,” tegasnya.

Selain sebagai penyedia logistik, Koperasi Masjid juga diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan mikro yang melindungi pelaku usaha kecil dari praktik ilegal. Ferry menyoroti banyaknya pelaku UMKM di sekitar masjid yang bersifat perorangan dan rentan terpinggirkan karena tidak memiliki badan usaha. Koperasi hadir sebagai wadah hukum yang memberikan akses permodalan sekaligus bantuan hukum bagi mereka.

Ketua Umum Pengurus Besar MCMI, Wisnu Dewanto, menyoroti ekosistem masjid yang sudah terbiasa mengurus umat dari lahir hingga meninggal dunia secara ikhlas. Dengan jumlah sekitar 900.000 masjid di seluruh Indonesia, dia yakin pemberdayaan yang substansif melalui kerjasama antar kementerian akan membawa dampak luar biasa.

“Masyarakat masjid itu siap menghadapi situasi sulit. Mereka bisa menjadi dapur umum hingga tempat karantina secara mendadak. Jika diberdayakan secara struktural, mereka akan bergerak secara organik seperti mesin untuk mengurus umat,” kata Wisnu.

Koperasi MCMI saat ini membina sedikitnya 100 pelaku UMKM di sekitar kawasan Masjid Sunda Kelapa. Melalui kerjasama dengan berbagai mitra, seperti sektor penerbangan, produk minyak lokal, hingga pengusaha muslim lainnya.

Erwin Tambunan

“Saya mengharapkan Koperasi Masjid ini memproduksi barang-barang yang dapat dijual di seluruh gerai Koperasi Desa,” ujar Menkop di hadapan petinggi MCMI. Foto: Humas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *