ISLAMABAD, gen-idn.com – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, mengatakan Islamabad siap menjadi tuan rumah pembicaraan “bermakna dan konklusif” antara AS dan Iran guna mencapai “penyelesaian komprehensif” demi mengakhiri perang di Timur Tengah.
“Pakistan menyambut dan sepenuhnya mendukung upaya dialog guna mengakhiri perang di Timur Tengah demi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” kata Sharif di akun media sosial X, Selasa (24/3/2026).
“Dengan persetujuan AS dan Iran, Pakistan siap dan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah guna memfasilitasi pembicaraan yang bermakna dan konklusif untuk penyelesaian komprehensif konflik yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir telah berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (23/3/2026) terkait perang Iran. Negara Asia Selatan itu menawarkan diri sebagai lokasi pertemuan tingkat tinggi antara pejabat senior pemerintahan Trump dan pihak Iran sebagai bagian dari upaya diplomatik.
Namun, sumber itu menambahkan Teheran belum siap karena faktor ketidakpercayaan terhadap Washington. Sementara Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataan terpisah pada Selasa (24/3/2026 menegaskan komitmen Islamabad untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.
Situasi di kawasan tetap tegang setelah AS dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Eskalasi ini telah mengganggu infrastruktur, pasar global dan penerbangan internasional.
Pada Senin (23/3/2026), Trump mengumumkan penghentian serangan selama lima hari terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, dengan alasan adanya pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” dengan Teheran selama dua hari terakhir.
Meski demikian, pihak Iran membantah adanya perundingan ity dan menyebutnya sebagai berita bohong. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengakui telah menerima pesan dari “negara-negara sahabat” yang mengindikasikan adanya permintaan dialog dari pihak Amerika Serikat.
NF
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menawarkan menjadi tuan rumah pembicaraan AS-Iran. Foto: Ant.


















