JAKARTA, gen-idn.com – Dua pecatur muda Indonesia, yakni International Master (IM) Satria Duta Cahaya (2.394) dan Arena International Master (AIM) Hillary Rooca Theng (1.696) mencatat kesuksesan di Serbia. Ditinjau dari sudut pembinaan bagi generasi muda atau masa depan catur Indonesia, keduanya memiliki potensi itu.
Belum lama ini Duta dan Hillary dikirim Klub Catur Dewa United untuk mengikuti Tur Catur Serbia 2026. Mereka mencetak sukses besar, karena kedua pecatur ini mengikuti tiga turnamen tertutup yang berkategori Grandmaster untuk Duta dan berkategori FIDE Master untuk Hillary. Arena pertarungan di Hotel Putnik, Novi Sad, Serbia yang berlangsung 11 Maret hingga 6 April 2026.
Sejak awal Duta punya misi untuk mendapatkan Norma GM pertamanya, sedangkan Hillary ingin menambahkan rating-nya hingga mencapai 2.000 agar bisa meraih gelar Women Candidate Master (WCM) FIDE. Dan kesukesesan dicatat Duta karena berhasil menjadi juara pada seri pertama dan ketiga, meski belum berhasil menrain Norma GM pertamanya. Tetapi Duta berhasil membawa pulang tambahan rating sebanyak 19,4 angka. Sementara Hillary berhasil melampaui targetnya. Hillary meraup 344,4 poin, menjadi rekor terbaik yang pernah dicapai pecatur wanita Indonesia. Perjuangannya di tiga turneman ini membuat rating-nya mencapai 2.040 pada yang ditetapkan Mei nanti.
Namun perjalanan mereka bukanlah tanpa halangan. Pada seri pertama dari tiga putaran, IM Satria Duta Cahaya menjuarai turnamen ini dengan tampil meyakinkan tanpa terkalahkan dari sembilan babak. Duta mencetak 4 kemenangan dan 5 remis dengan perolehan 6,5 poin. Sayangnya, pecatur yang berusia 17 tahun ini kurang setengah poin dari syarat 7 angka untuk mencapai Norma GM pertamanya. Meski begitu dia berhasil menambah rating-nya sebanyak 21,8 angka.
Sayangnya di seri kedua, performa Duta anjlok dan hanya mampu menang satu kali dan lima kali remis serta tiga kali kalah. Dan terperosok ke peringkat sembilan dari sepuluh peserta dengan 3,5 poin. Rating-nya jadi minus 7 poin, meski masih terhitung plus 14,8 poin karena kemenangannya di seri pertama.
Menurut Kabid BinPres PB Percasi Kristianus Liem yang mendampingi pecatur di Serbia, kekalahan Duta karena ada euphoria yang berlebihan setelah kemenangannya di seri petama. “Padahal di permainan catur kelas atas sangat dituntut pemikiran yang jernih sesuai dengan realitas yang ada di atas papan. Keinginan untuk menang saja tidak cukup, harus dibarengi dengan teknik catur tingkat tinggi yang halus dan konsisten. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga buat Duta dalam berproses menjadi Grandmaster,”ujar Kristianus Liem.
Juara
Namun di seri tiga, Duta berhasil bangkit kembali saat berlaga di turnamen yang berkategori IM dan kembali menjadi juara. Duta juara sendirian setelah merebut 6,5 poin, hasil dari lima kali menang, tiga kali remis dan sekali kalah. Salah satu kemenangannya diraih atas GM Evgeniy Podolchenko (2.317) dari Belarus.
Sementara AIM Hillary Rooca Theng yang masih berusia 10 tahun, selain menjadi peserta paling muda juga tercatat sebagai peserta dengan rating paling rendah (unggulan terakhir) dari 10 peserta kategori FM (FIDE Master). Dan dari sembilan babak Hillary hanya berhasil mencetak satu kemenangan, tiga kali remis dan lima kali kalah. Namun Hillary bisa menambah rating sebanyak 32,4 angka. Dia mampu mendulang rating lebih tinggi dari Duta karena rating Hillary paling rendah dan usianya juga masih sangat muda sehingga koefisien dalam rumus perhitungan rating FIDE-nya masih besar (nilainya sama dengan 40 angka).
Memasuki seri kedua, keberuntungan makin menghampiri Hillary, dia panen rating di kategori FM (FIDE Master) Putnik, yaitu 129,6 poin. Pecatur “cilik” ini berhasil mencetak tiga kemenangan dan empat kali remis, dan hanya kalah dua kali. Hebatnya, dua dari tiga kemenangan Hillary didapat dari dua orang IM (Internasional Master) Serbia, yaitu IM Andjelko Dragojlovic (2.086) dan IM Zivojin Ljubisavljevic (1.997). Sehingga Hillary berada di urutan lima dari sepuluh peserta dengan 5 poin. Dia naik empat tingkat dari seeded awal peringkat sembilan. Dan, tabungan ratingnya hingga seri kedua berakhir adalah 162 poin.
Hasil spektakuler didapat Hillary di putaran ketiga, pecatur yang semula berada di seeded peringkat buncit berdasarkan rating-nya, berhasil menyodok sebagai runner-up dengan7 angka. Dia membukukan 5 kemenangan dan 4 kali remis. Tidak tanggung-tanggung, dia naik delapan tingkat dari seeded-nya dan mendapat tambahan rating sebanyak 182,4 poin. Jika ditambah dengan tabungan rating=nya pada Seri 1 sebanyak 32,4 poin, lalu tabungan di Seri 2 sebanyak 129,6 poin maka totalnya Hillary berhasil meraup tambahan rating sebanyak 344,4 poin. Angka yang fantastis dan sulit dibayangkan bakal tercapai.
“Saat di Seri 1 Hillary sempat menderita lima kekalahan, misi 304 poin tentu mustahil diwujudkan.Tapi ketika Hillary hanya kalah dua kali saja pada Seri 2, harapan itu muncul lagi, .walau masih dibayangi keraguan. Ternyata di Seri 3 dia tampil luar biasa. Tenang, percaya diri dan bekerjakeras mempelajari gaya bermain dan cara mengatasi setiap bakal lawan-lawannya setiap hari. Permainannya semakin baik dan kesalahannya makin berkurang,” urai Kristianus Liem.
Dan, akhirnya keajaiban itu pun muncul. Hillary bahkan melampaui targetnya. Bahkan menurut Kabid Binpres PB Percasi ini, ketika nanti rating-nya yang 2.040 di publish pada Mei 2026, kemungkinan Hillary akan berada di ranking pertama daftar rating FIDE Asia dan masuk lima besar dunia untuk pecatur putri berusia 11 tahun. Dan untuk tingkat nasional bisa jadi dia masuk 10 besar di bagian senior putri Indonesia. Sungguh pencapaian yang luar biasa dari para pecatur junior Indonesia.
Urry Kartopati – Kalpin Sitepu
Saat Hillary Rooca Theng memanfaatkan waktu berlatih dengan Kabid BinPres PB Percasi Kristianus Liem. Foto: Urry Kartopati.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















