SURABAYA, gen-idn.com – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya mengandalkan jumlah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Farida menjelaskan, upaya pemerintah menyiapkan pelatihan manajemen koperasi, mulai dari keuangan, digitalisasi pencatatan transaksi, logistik, tata niaga serta pendampingan bisnis bagi para pengurus koperasi.
“Kami selalu mendampingi koperasi dalam penyusunan proposal bisnis, agar usaha yang direncanakan sesuai dengan yang dijalankan. Ini penting untuk menjaga profesionalitas pengelolaan KDKMP,” katanya pada talkshow bertajuk ‘Kopdes Merah Putih, Asta Cita, Perekonomian Jawa Timur,’ di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/11/2025).
Farida menegaskan, potensi besar yang akan tercipta dengan pembangunan 80.000 gerai dan pergudangan KDKMP di seluruh desa dan kelurahan. “Bayangkan, 80.000 gerai dan pergudangan baru dibangun di setiap desa. Ini akan menjadi instrumen baru yang membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Dikatakan, setiap koperasi desa diharapkan memiliki enam gerai yang mampu menyerap 20-25 tenaga kerja per lokasi. Jika seluruh gerai beroperasi, diperkirakan akan tercipta 1,6 juta lapangan pekerjaan baru. “Ini adalah ikhtiar kita bersama,” tambahnya.
Farida juga mengimbau koperasi-koperasi eksisting untuk tidak merasa tersaingi dengan hadirnya KDKMP. Sebaliknya, koperasi baru ini harus dilihat sebagai mitra strategis yang dapat memperluas jaringan usaha koperasi yang sudah ada.
“Koperasi yang sudah memiliki aset dan valuasi tinggi didorong untuk membangun pabrik dan industri agar produk-produk dalam negeri dapat didistribusikan dan dipajang di etalase 80.000 gerai yang sedang kami bangun,” jelasnya.
Me-Rebranding
Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah me-rebranding koperasi dengan mendorong KDKMP masuk ke ranah koperasi produksi, distribusi dan industri meskipun ada layanan koperasi simpan pinjam.
“Kopdes juga didorong menyuplai bahan pangan berasal untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa titik di Jatim. Jika hari ini, MBG dapur baru terus dibuka, akan ada peluang baru rantai pasok pangan baru bagi koperasi,” tuturnya.
Tujuan utama dari program ini adalah membangun ekosistem koperasi yang saling melengkapi antara KDKMP dengan koperasi eksisting. “Ekosistem baru ini akan memperkuat jaringan koperasi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh anggota dan masyarakat desa,” ujarnya.
Sebagai upaya mewujudkan hal ini, Farida Farichah mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi dan bergotong royong, termasuk media yang memiliki peran penting menyebarkan informasi positif terkait pengembangan
Namun, tantangan utama masih ada, seperti pengurus dan pengawas yang belum menguasai tata kelola koperasi secara optimal. Oleh karena itu, Kemenkop menggelar pelatihan bagi 17 ribu pengurus dan pengawas di berbagai kabupaten/kota.
Wamenkop mengapresiasi Pemprov Jatim berkomitmen beri pendampingan intensif kepada calon pengurus dan pengawas koperasi serta mempermudah perizinan melalui koordinasi dengan BKPM dan DPPTSP. Selain itu, kemitraan dengan Dekopin, akademisi dan pesantren akan terus diperkuat untuk mendorong inovasi usaha berbasis potensi desa seperti mangga, kopi dan tembakau.
Erwin Tambunan
Wamenkop Farida Farichah menyerahkan penghargaan pada talkshow bertajuk ‘Kopdes Merah Putih, Asta Cita, Perekonomian Jawa Timur,’ di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/11/2025). Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















