banner 728x250

Menkop Minta Kopontren Tingkatkan Daya Saing dan Jalin Kemitraan Dengan Kopdes Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sangat penting mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disampaikannya pada Bimbingan Teknis (Bimtek) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025).

Menurut Menkop, Kopontren memiliki peran strategis sebagai mitra KDKMPpada  pengembangan usaha bersama, penguatan jejaring distribusi, maupun dukungan pembiayaan yang sehat. “Kopontren hadir sebagai motor penggerak tata kelola dan manajemen koperasi, sebagai contoh koperasi dapat dikelola secara rapi, disiplin dan berkelanjutan,” ujar Menkop.

banner 325x300

Menkop menyoroti pentingnya pengembangan Kopontren berbasis produksi untuk kemudian hasil produksi dari Kopontren didistribusikan melalui KDKMP. Dengan kemitraan dan sinergi yang erat tersebut, KDKMP bisa tumbuh secara bersamaan.

“Saya ingin ini dijadikan sebagai salah satu pembahasan untuk pengembangan Kopontren di Jawa Tengah. Nanti akan kita kelompokkan, misalnya Kopontren mana yang produksi kecap, mana yang bikin sabun dan lainnya,” ungkapnya.

Sebagai upaya mewujudkan misi besar dalam pengembangan basis usaha Kopontren, Ferry Juliantono mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) secara aktif melakukan pendampingan, inkubasi hingga memberikan dukungan pembiayaan.

“Nanti kita akan buat klasternya, LPDB mendampingi, diinkubasi dan kemudian dibiayai sehingga hasil produksinya bisa dijual,” jelasnya.

Dia mengemukan kemitraan Kopontren dan KDKMP akan memperkuat ekonomi desa. Sinergi keduanya yang terjalin dengan kuat memungkinkan perputaran uang dan ekonomi dapat bergerak dengan optimal di desa-desa.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) saat ini mulai mengoptimalkan peran Kopontren dalam upaya menyukseskan program KDKMP melalui program pemagangan bagi pengurus, pengawas dan pengelola. Melalui program ini diharapkan SDM akan meningkat sehingga KDKMP dapat beroperasi secara optimal.

“Kakak Asuh”

“Banyak sekali Kopontren yang kita minta sebagai kakak asuh bagi Kopdes dan ada sebagian Koperasi Pesantren yang melakukan tempat magang bagi pengurus atau pengelola Kopdes,” kata Ferry.

Dia optimistis melalui program Bimtek yang digelar di Jawa Tengah ini akan mampu melahirkan pengurus/ pengelola koperasi yang kompeten sehingga bisa mendukung operasionalisasi KDKMP di masa mendatang. “Harusnya Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Tengah bisa seperti di daerah lain, sehingga akan menjadi mitra yang baik bagi KDKMP,” tegasnya.

Menkop menegaskan, Presiden mendukung terhadap pengembangan koperasi di Indonesia. Menurutnya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen tinggi untuk memastikan perekonomian tumbuh berlandaskan kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana semboyan koperasi.

“Presiden berkali-kali bilang tentang pasal 33 UUD 45 tentang perekonomian disusun atas asas kekeluargaan, salah satunya melalui koperasi. Di tahun depan kita akan punya ekosistem baru, terutama dengan beroperasinya 80.000 KDKMP,” pungkasnya.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menekankan pentingnya Kopontren sebagai wadah pengembangan wirausaha. “Keberadaan Kopontren sangat penting menjadi pendukung mekanisme kehidupan ekonomi Pesantren,” tukasnya.

Kopontren juga berfungsi sebagai sarana pembinaan santri untuk berwirausaha. Kemudian sebagai sarana pembinaan santri untuk berwirausaha. Oleh karena itu penguatan Kopontren menjadi sangat penting membangun ekonomi yang kuat, mandiri, berdaya saing.

Dia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut mendukung kemajuan Kopontren khususnya di Jawa Tengah. Dengan dukungan yang optimal, dia optimis di Jawa Tengah akan lahir Kopontren besar yang mampu mengelola ekonomi pesantren secara modern, profesional, berdaya saing, berlandaskan nilai syariah dan mampu menjadi contoh secara nasional.

“Kami harap kepada Pak Menteri untuk terus memberikan dukungan kepada Kopontren, khususnya di Jawa Tengah,” harap Sujarwanto.

Erwin Tambunan

Menkop Ferry Juliantono menyerahkan tanda persetujuan pinjaman yang diajukan satu BMT ke LPDB Koperasi. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *