KUALA LUMPUR, gen-idn.com – Unggulan kedelapan ganda Putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengingkirkan rekan sesama negaranya Raymond Indra/Nikolaus Joaquin 21-18, 21-9 pada 32 besar Malaysia Open 2026 berhadiah total USD1.450.000 di Stadium Axiata KL Sports Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (7/1/2026).
Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memerlukan waktu pertandingan 33 menit atas rekannya di lapangan 3. Dengan kemenangan itu Sabar/Moh Reza maju ke babak 16 besar turnamen pembuka 2026.
Nikolaus Joaquin mengemukakan,”Pertama-tama puji Tuhan kami bisa bermain dengan lancar, tidak ada cedera. Tadi saya rasa mainnya cukup baik di game pertama, sudah direncanakan dengan pelatih akan bermain seperti apa dari awal dan coba menerapkannya. Tapi saya rasa di poin-poin kritis kami mungkin fokusnya kurang jadi mereka bisa membalikkan keadaan. Masuk ke game kedua mereka sudah menemukan polanya kami dan mereka langsung counter jadi kami tertekan terus.”
Adapun Raymond Indra mengatakan,”Kami harus bisa lebih mengontrol pukulan, tadi banyak buang-buang poin di penghujung game. Kami juga harus belajar cepat beradaptasi. Tadi bolanya cukup kencang, tidak seperti saat latihan jadi cukup menyulitkan dan tidak terbiasa kepada Tim Media dan Humas PB PBSI.
“Punya Percaya Diri”
“Alhamdulillah di pertandingan pertama tahun yang baru ini Malaysia Open, bisa diberikan kemenangan. Tadi lawan anak muda Indonesia yang kemarin baru juara di Australia, pastinya mereka juga punya percaya diri yang lebih, punya tenaga yang lebih. Di game pertama kami sempat kewalahan di awal-awak, tapi kami bisa membalikan ritme permainan dan bisa in di akhir game pertama dan sepanjang game kedua,” tandas Sabar Karyaman.
Untuk Raymond/Joaquin, pemain yang masih muda, punya semangat yang lebih, luar biasa. Semoga dari mereka dan lainnya, kami berharap regenerasi ganda putra Indonesia terutama bisa terus berkembang, bisa terus bertumbuh.
Moh Reza Pahlevi Isfahani menimpali,”Dari saya sendiri juga karena kondisi saya tangan tidak bisa maksimal jadi mungkin nyoba sebisanya dan alhamdulillah di akhir-akhir game pertama tadi kami lebih bisa menekan dan mereka juga kelihatan panik. Itu jadi kunci kami hari ini. Harapannya di sini kami bisa terus konsisten dan juga sepanjang tahun ini karena modalnya cukup kuat di akhir tahun kemarin, bisa membawa hasil positif di tahun inilah.
Mion Efendy
Sabar Karyaman Gutama mengambil shuttle cock lawan sedangkan rekannya Moh Reza Pahlevi Isfahani bersiap-siap. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















