banner 728x250

Menteri Koperasi: Penting Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

banner 120x600
banner 468x60

KEDIRI, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat yang membangun kemitraan dengan Koperasi Petani Tebu, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dan PT Indogula Jayabaya untuk mendukung penguatan industri gula nasional.

“Sehingga nanti manfaat pendapatan yang diterima bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan juga memperkuat ekonomi rakyat di daerah sekitar industri tersebut dan juga di Kabupaten Kediri,” kata Menkop saat mengunjungi PT. Indogula Jayabaya di Jalan Kenikmatan, Area Persawahan, Banjaranyar, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu, (6/6/2026).

banner 325x300

Menkop juga menyampaikan agar Koperasi Konsumen KANA maupun koperasi petani tebu bisa melibatkan keikutsertaan masyarakat petani tebu yang semakin banyak dan mempekerjakan para pekerja yang berasal dari daerah sekitar dan diutamakan warga setempat. Kemitraan antara petani, koperasi dan industri sangat penting karena sektor gula merupakan salah satu komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan guna memenuhi kebutuhan gula nasional. Produksi gula nasional tahun 2025 mencapai sekitar 2,67 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun. Artinya, kesenjangan itu menunjukkan peluang peningkatan produksi tebu dan gula nasional masih sangat besar sekaligus menjadi ruang bagi penguatan peran petani, koperasi dan industri.

“Pemerintah telah menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028. Untuk mencapainya, diperlukan penguatan sektor hulu hingga hilir secara terintegrasi,” ujarnya.

Menkop menilai, tantangan utama petani tebu saat ini bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar, kepastian penyerapan hasil panen dan kepastian usaha yang menguntungkan. Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran strategis sebagai offtaker yang menghimpun hasil panen petani, memperkuat posisi tawar anggota dan menjamin kontinuitas pasokan bagi industri.

Menkop memaparkan bahwa kemitraan yang dibangun oleh Koperasi KANA bersama Koperasi Petani Tebu dan PT Indogula Jayabaya merupakan contoh konkret bagaimana koperasi menjadi penghubung antara produksi rakyat dan kebutuhan industri nasional.

“Harus Naik Kelas”

“Ke depan, koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai pengumpul hasil panen, tetapi harus naik kelas menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah bagi anggotanya,” tegas Menkop.

Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi untuk kembali masuk ke sektor produktif. Karena itu, jika Koperasi KANA bisa menghasilkan gula putih atau merah untuk dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kemudian, nanti bisa bangun pabrik kecap dengan menggunakan bahan gula merah, nanti kecapnya bisa dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Artinya kita bisa membangun ekosistem petani tebu. Selain itu, koperasi sekarang seperti yang diinginkan oleh Bapak Presiden, koperasi bisa menjadi badan usaha yang tidak kalah dengan badan usaha lainnya, tidak kalah dengan badan usaha swasta atau badan usaha milik negara,” jelas Ferry Juliantono.

Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkop yaitu, LPDB juga akan membantu pembiayaan untuk pengembangan bisnis koperasi KANA.

Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana menambahkan kerjasama dengan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri menjadi momentum penting, karena ini langkah nyata untuk menyatukan petani dan koperasi. Melalui kerjasama ini, pihaknya juga ingin menunjukkan bahwa koperasi akan menjadi pelaku utama untuk sektor produksi, pengolahan dan distribusi.

“Dalam proses pengembangan tersebut, kami juga mendapat kepercayaan dari mitra internasional yang melihat potensi koperasi sektor riil di Indonesia. Kami bangun mitra dari Swiss dan menjadi tambahan semangat bagi kami untuk memperluas kapasitas bersama, memperluas manfaat pekerjaan dan menghadirkan model bisnis koperasi yang semakin profesional dan berdaya saing,” paparnya.

Ketua Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri Desi Permatasari, menjelaskan bahwa kerjasama itu adalah langkah nyata untuk membangun sinergi yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan, mendukung pertumbuhan gula nasional.

Erwin Tambunan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta penjelasan kepada pengelola industri gula tentang potensinya untuk memenuhi kebutuan nasional. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *