banner 728x250

Menkop: MES Harus Jadi Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono meminta pengurus MES tidak lagi berfokus pada kegiatan literasi semata, melainkan juga berkiprah di sektor-sektor riil yang produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry pada Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat dan Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Jawa Barat” di Grand Pasundan Convention, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026).

banner 325x300

“MES sebaiknya berkiprah langsung di sektor-sektor riil yang produktif,” ujar Ferry.

Menkop menitipkan pesan khusus kepada pengurus MES Jawa Barat untuk menginventarisasi pengusaha muslim di wilayahnya guna membantu pembukaan akses permodalan dan penguatan kapasitas usaha.

“Setiap kepengurusan MES di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi simpul penggerak ekonomi syariah di wilayahnya masing-masing, dapat menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ucapnya.

Ferry mengungkapkan bahwa Kemenkop bersama MES, Baznas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama dan Danantara tengah menggalang kekuatan untuk mengoperasikan unit-unit koperasi di kawasan masjid. Dia mendorong MES Jawa Barat membuat percontohan koperasi berbasis masjid agar tempat ibadah tidak hanya menjalankan fungsi ritual, tetapi juga memiliki badan usaha mandiri guna memajukan ekonomi umat.

“Malaysia juga mengembangkan koperasi masjid. Presiden Prabowo ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki badan usaha yang menjadikan masjid lebih mandiri dan mampu menggerakkan potensi umat,” katanya.

KDKMP Sebagai Infrastruktur Distribusi

Menkop memaparkan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen baru pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dia menyebut KDKMP diberikan mandat menyalurkan barang-barang bersubsidi (seperti LPG 3 kg, beras, minyak goreng dan pupuk) serta bantuan sosial (BLT, bansos dan bantuan pangan non-tunai) secara langsung kepada masyarakat.

Langkah ini diambil guna memotong rantai distribusi yang dinilai terlalu panjang dan selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebih (rentenir). Dia meyakini penguatan KDKMP dan keterlibatan aktif organisasi seperti MES akan menjadi game changer bagi pemerataan ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan perputaran uang di tingkat desa.

“MES hadir sebagai organisasi inklusif yang menghimpun sumber daya yang ada dan membangun sinergi di antara para pemangku kepentingan dalam rangka mengembangkan dan membumikan ekonomi syariah,” ucap Ferry.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut positif komitmen kepengurusan baru MES Jawa Barat. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, Sumasna, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.

Sumasna memaparkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan I 2024 mencatatkan performa positif sebesar 5,79% (di atas rata-rata nasional 5,11%). Kendati demikian, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,64% dan tingkat kemiskinan 6,78% tetap memerlukan penanganan serius mengingat jumlah penduduk Jabar yang sangat besar, yakni mencapai 50,7 juta jiwa.

Pemprov Jawa Barat berharap MES dapat mengambil peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan pemerintah, regulator (BI dan OJK), pelaku usaha, akademisi, hingga pesantren.

Ketua Umum PW MES Jawa Barat, Hari Maksum, mengungkapkan bahwa Jawa Barat memang memiliki catatan prestasi membanggakan, salah satunya mempertahankan gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah selama dua tahun berturut-turut.

“MES Jawa Barat meluncurkan empat program prioritas yang akan dijalankan selama masa bakti 2024–2029, yakni peluncuran Wakaf Dana Abadi MES, Ekonomi Hijau, Peningkatan Literasi dan Inklusi, serta Pemberdayaan Umat,” urainya.

Erwin Tambunan

Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah Ferry Juliantono mengikuti sesi foto bersama pengurus MES Jawa Barat usai Seminar dan Talkshow Nasional. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *