BERASTAGI, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi setinggi-tingginya Festival Bunga dan Buah Karo 2026 bertema “The Eternal of Karo Paradise” yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karo, di Taman Mejuah-Juah Berastagi, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (30/7/2026).
Festival ini penanda bahwa Kabupaten Karo memiliki potensi alam yang luar biasa, khususnya di sektor hortikultura yang dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat di Tanah Karo. Festival ini bisa menjadi ajang promosi hasil pertanian dari masyarakat Karo di pasar domestik dan internasional sekaligus menjadi bagian wujud nyata kontribusi petani Karo untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurut Menkop, yang sebelumnya diberikan marga kehormatan “Ginting” oleh Bupati Karo Antonius Ginting,” Jerih payah petani Karo telah membuat masyarakat di perkotaan bisa menikmati buah segar, bunga indah dan produk pangan berkualitas. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga keberlanjutan budidaya pertanian daerah sebagai penopang kebutuhan nasional,” ucap Menkop.
Festival yang digelar disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Pemerintah berkomitmen mendukung agar festival ini berkembang menjadi agenda internasional, sehingga produk lokal semakin dikenal dunia. “Mudah-mudahan ke depan festival tidak hanya menampilkan bunga dan buah, tetapi juga seluruh produk pangan,” katanya.
Menkop mengatakan bahwa semangat gotong royong masyarakat Karo yang terjalin dengan baik sejalan dengan hakekat koperasi. Nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang melekat dalam budaya Karo menjadi fondasi kuat untuk mengembangkan koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat.
Oleh karena itu Menkop mendorong agar nilai-nilai luhur tersebut dapat diperluas maknanya dengan aksi nyata melalui koperasi di mana masyarakat Karo dapat bergabung menjadi anggotanya. Terlebih saat ini pemerintah telah mencetuskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini dirancang untuk menyalurkan barang bersubsidi, menyerap hasil produksi petani, serta menjadi pusat layanan keuangan mikro di desa.
“Meningkatkan Skala Kegiatan”
“Koperasi ini bisa menjadi wadah masyarakat untuk meningkatkan skala kegiatan dan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Kabupaten Karo,” sambung Menkop.
Ferry Juliantono mengajak masyarakat Karo untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi di desa/kelurahan. Dengan dukungan penuh masyarakat, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. “Mari kita sambut kebangkitan koperasi. Mohon doa dan dukungan agar KDKMP di Karo dan Sumut menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” harapnya.
Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya menyatakan bahwa festival ini bukan sekedar festival reguler tahunan, namun sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Tuhan yang diberikan ke Tanah Karo dengan hasil bumi dan budaya yang kuat dan berdaya saing.
“Saya mengajak bersama-sama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, memperkuat promosi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang lebih luas,” pinta Surya.
Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan bahwa event festival ini mendapat pengakuan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) karena selama lima kali berturut-turut, event ini menjadi salah satu event terbesar dan terbaik secara nasional.
Dia mendorong generasi muda, milenial dan gen Z untuk dapat mengoptimalkan acara itu sebagai panggung kreasi dan inovasi dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karo. “Kami ajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menggerakkan roda ekonomi lokal,” jelasnya.
Erwin Tambunan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono melambaikan tangannya kepada pengunjung Festival Bunga dan Buah Karo 2026 bertema “The Eternal of Karo Paradise” di Taman Mejuah-Juah Berastagi, Sumatera Utara, Kamis (30/7/2026). Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















