banner 728x250

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

banner 120x600
banner 468x60

KLATEN, gen-idn.com – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat komitmennya untuk mendorong ekonomi kerakyatan berbasis warisan budaya. Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengunjungi Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

Wamenkop mendorong revitalisasi peran koperasi sektor riil agar tidak sekadar berfokus pada simpan pinjam, melainkan menjadi pilar utama ekonomi nasional yang mampu membawa produk lokal menembus pasar global. Ditegaskan, komitmen Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang menyalurkan pembiayaan mendukung Koperasi Aji Tera. Pembiayaan ini ditujukan agar koperasi perajin lurik legendaris yang berdiri sejak 1950 tersebut bisa naik kelas dan memperluas ekosistem usahanya.

banner 325x300

“Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara. Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik,” ujar Farida Farichah.

Wamenkop menambahkan, penguatan koperasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan posisi koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Ke depan, koperasi eksis seperti Aji Tera juga disiapkan sebagai mitra kolaborator bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bakal diplot menjadi etalase produk-produk lokal di seluruh Indonesia.

Pasar Internasional

Wamen Ekraf Irene Umar menyoroti potensi besar lurik di pasar internasional melalui nilai filosofis dan narasi spiritual yang terkandung di setiap motifnya. Menurutnya, konsumen global saat ini tidak hanya membeli produk busana, tetapi juga mencari cerita dan makna dari karya itu.

“Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan. Wastra kita bisa menjadi media healing bagi masyarakat dunia,” ungkap Irene.

Sebagai langkah konkret promosi, pemerintah merencanakan kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong publikasi ragam motif Lurik Prasojo pada media penerbangan nasional serta mengintegrasikan wastra tenun ke ekosistem ekonomi kreatif dan pop culture generasi muda.

Kunjungan ini ditutup dengan kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, daerah dan pengurus koperasi untuk terus melibatkan perajin lokal dan kaum perempuan sebagai garda terdepan pelestari budaya dan penggerak ekonomi daerah.

Erwin Tambunan

Wamenkop Farida Farichah memasuki dapur produksiĀ Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *