banner 728x250

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN, gen-idn.com – Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja dengan menjadikan kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut Menteri, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja. Keberhasilan mahasiswa setelah lulus tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dari keberanian menciptakan usaha dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.

banner 325x300

Ucapan itu yang disampaikan Menteri UMKM pada orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatera Utara, Kamis (20/8), Menteri Maman mengatakan perubahan pola pikir generasi muda menjadi semakin penting di tengah tantangan ketenagakerjaan yang telah berlangsung lintas generasi. Saat ini, terdapat sekitar 7,2 juta pengangguran di Indonesia, sementara sekitar 85,3 juta pekerja berada di sektor informal.

“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” kata Menteri.

Oleh karena itu, dia menilai pendidikan dan lingkungan sosial perlu semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat kewirausahaan sebagai pilihan karier yang menjanjikan. Semakin banyak pengusaha baru yang lahir, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja, bertambahnya aktivitas ekonomi, serta menguatnya fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi satu negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air,” ujar Maman Abdurrahman.

Maman mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang mulai merintis usaha sejak menjadi mahasiswa dengan berjualan buku dan membuka jasa fotokopi bahan kuliah. Menurutnya, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat dimulai sejak berada di lingkungan kampus, bahkan melalui usaha sederhana yang berangkat dari kemampuan membaca kebutuhan di sekitar.

Potensi kewirausahaan di kalangan generasi muda juga dinilai cukup besar. Berdasarkan data UNDP yang disampaikan Menteri, sekitar 81% anak muda di Indonesia menyatakan memiliki keinginan untuk menjadi wirausaha. Tantangannya adalah memastikan tingginya minat itu diterjemahkan menjadi semakin banyak usaha baru yang tumbuh, berkelanjutan dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Untuk itu, dia mendorong perguruan tinggi memperkuat fungsi inkubator bisnis sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pelatihan, pendampingan, pengembangan model bisnis, hingga akses terhadap ekosistem usaha.

Secara Lebih Terstruktur

Kementerian UMKM, katanya, siap memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan wirausaha muda secara lebih terstruktur dan sistematis. Kolaborasi antara pemerintah dan kampus diharapkan mampu menjembatani gagasan mahasiswa dengan ekosistem usaha sehingga bisa berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

Selain memperkuat inkubasi, pemerintah terus mengupayakan kemudahan legalitas dan sertifikasi bagi pengusaha UMKM. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar proses perizinan dan sertifikasi semakin cepat dan mudah diakses oleh calon pengusaha maupun pengusaha UMKM yang telah menjalankan usahanya.

Menteri UMKM juga menekankan pentingnya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan kampus tidak semestinya berhenti sebagai karya akademik, tetapi perlu dikembangkan agar memiliki nilai komersial, menciptakan nilai tambah, serta membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset itu mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat,” papar Menteri.

Dengan demikian, kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi dan pengusaha baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, orang nomor satu Di Kementerian UMKM tersebut, mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Transformasi digital, menurutnya, akan mengubah berbagai model bisnis sekaligus melahirkan jenis pekerjaan dan peluang usaha baru yang saat ini bahkan belum tersedia.

“Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global,” ungkap Maman.

Menteri UMKM juga memperkenalkan SAPA UMKM sebagai salah satu terobosan digital Kementerian UMKM untuk memperluas akses layanan bagi sekitar 57 juta UMKM di Indonesia. Platform ITU diarahkan untuk menghubungkan pengusaha UMKM dengan berbagai layanan yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, akses pembiayaan, hingga pemasaran.

Melalui penguatan inkubasi di perguruan tinggi, hilirisasi hasil riset, kemudahan legalitas, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses terhadap ekosistem usaha, Kementerian UMKM berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang berani mengambil peran sebagai pengusaha. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga melahirkan generasi pengusaha yang inovatif, adaptif dan mampu memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Erwin Tambunan

Para mahasiswa yang diminta Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Foto: Humas Kementerian UMKM.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *