banner 728x250

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Amri Syahnawi/Nita Violina Gagal ke Final

banner 120x600
banner 468x60

NEW DELHI, gen-idn.com – Ganda campuran Merah Putih Amri Syahnawi/Nita Violina gagal ke final Kejuaraan Dunia BWF 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India pada Sabtu (22/8/2026) sekaligus memupus harapan Indonesia, karena Amri/Nita merupakan wakil terakhir nasional di kontestasi itu.Ganda campuran tersebut kalah di tangan unggulan pertama Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) 22-20, 14-21, 20-22.

Kendati gagal, medali perunggu berhasil dibawa pulang Amri/Nita untuk Indonesia. Amri Syahnawi mengatakan,” Alhamdulillah bisa bawa medali. Ini hasil terbaik yang kami bisa berikan buat Indonesia. Untuk pertandingan hari ini berjalan cukup baik dari awal sampai akhir. Terutama di game ketiga dengan tensi yang luar biasa, dengan fokus tingkat tinggi sayang memang kami tidak bisa convert.”

banner 325x300

“Tapi memang sama-sama tidak mau kalah, sama-sama pengen ke final dan juara dari sisi kami maupun pasangan China. Saya rasa ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini, untuk bisa tambah latihannya lagi supaya jadi lebih baik lagi. Podiumnya bisa lebih tinggi lagi,” ujar Amri kepada Tim Media dan Humas PP PBSI.

“Saya merasakan gairah yang lebih dari malam tadi, ingin sekali tampil maksimal di babak semifinal ini. Saya mempelajari benar permainan mereka dan itu mungkin yang membuat hari ini kami bisa main lepas. Kami menyampaikan respek dan good luck di final untuk Feng/Huang yang tadi dengan hangat memeluk kami usai pertandingan, bahkan Feng meminta maaf karena sempat protes berlebihan. Kami sangat apresiasi hal itu.”

“Mulai Dari Nol Lagi”

“Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin,” ajak Amri.

Sedangkan Nita Violina Marwah mengungkapkan,” Game pertama kami saat mereka sudah tinggal satu poin lagi selesai, kami tidak berpikiran lain. Tapi coba fokus ke poin kami saja. Kami coba nyari poin sebanyak mungkin dan fokus ke permainan. Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana, harus main apa. Akhirnya bisa mengejar dan balik ambil keunggulan.”

“Game ketiga itu sama dengan halnya game pertama. Kami terus komunikasi, belum selesai jadi masih ada kesempatan tapi mungkin saat setting kami kalah nekat sama mereka. Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga,” tandas Nita.

Mion Efendy

Amri Syahnawi/Nita Violina gagal ke final Kejuaraan Dunia BWF 2026, kalah dari Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) 22-20, 14-21, 20-22. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *