banner 728x250

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

banner 120x600
banner 468x60

KABUPATEN BANDUNG, gen-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan menggelar kegiatan magang mereplikasi model bisnis koperasi berbasis potensi lokal.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan, Kemenkop memikul tanggung jawab untuk memfasilitasi pendampingan, edukasi dan pelatihan. pengurus dan pengelola KDKMP dibina agar memiliki rasa kepemilikan yang kuat atas koperasi sebagai milik bersama.

banner 325x300

“Loyalitas tumbuh dari pemahaman bahwa keberhasilan koperasi adalah keberhasilan seluruh anggota,” kata Destry saat membuka Pelaksanaan Magang Bagi Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Sektor Pertanian di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026).

Destry menyampaikan, KDKMP perlu melahirkan sumber daya manusia yang berpandangan jauh ke depan, mampu berpikir strategis. Tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, melainkan juga menjaga keberlanjutan pangan dan ekonomi desa di masa datang. “Selain itu, pengurus wajib mengenali potensi lokal dan mengubahnya menjadi usaha yang relevan, seperti pengolahan hasil pertanian, pemasaran secara digital, hingga menjalin kemitraan strategis,” ucapnya.

Destry menjelaskan, program magang menjadi salah satu langkah strategis mempercepat operasionalisasi KDKMP yang telah terbentuk. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana pembelajaran langsung di dua lokasi koperasi modern dan berbasis korporasi yang ditunjuk Kemenkop. “Di sektor pertanian, Kopontren Al-Ittifaq, Bandung. Dan sektor usaha dilaksanakan di Kopontren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur,” rincinya.

Khusus di Al-Ittifaq, peserta dapat mempelajari secara nyata pertanian terpadu yang menggabungkan produksi, manajemen dan pemasaran secara profesional. Sistem agribisnisnya telah terhubung dengan pasar modern, sehingga peserta bisa memahami rantai nilai lengkap dari hulu hingga hilir.

Al-ittifaq juga menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan santri, sehingga pengalaman yang diperoleh tidak sekadar teknis, melainkan juga sosial dan manajerial. “Magang di sini membantu pengurus mengembangkan kompetensi utama. Yaitu budidaya pertanian, kewirausahaan, manajemen hasil panen, serta kedisiplinan dan kemandirian,” ujarnya.

Pemberdayaan Santri

Hal serupa juga dilakukan di Kopontren Sunan Drajat, dalam hal ini berfokus pada pemberdayaan santri dan masyarakat melalui transformasi digital pengembangan UMKM (Santripreneur) dan sistem koperasi berbasis desa.

Inisiatif ini mencakup bisnis ritel seperti produk makanan dan minuman serta penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kopontren Sunan Drajat memiliki beragam sektor usaha yang dikelola secara profesional, mulai dari sektor perdagangan, perhotelan, restoran, manufaktur dan produksi, pangan, jasa keuangan dan pembiayaan syariah, hingga sektor pertanian dan hortikultura.

“Kegiatan magang diharapkan lebih dari sekadar mempelajari hal-hal yang sudah ada. Peserta tidak hanya menumbuhkan semangat berusaha, tetapi juga memahami model bisnis dan cara membangun usaha yang berkelanjutan untuk direplikasi di desanya masing-masing,” harapnya.

Dalam rangka peningkatan kompetensi pengurus dan pengembangan usaha, Kemenkop juga akan menyelenggarakan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha dan Sektor Pertanian yang akan diselenggarakan selama 8 hari pada tanggal 23-30 Agustus 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 90 pengurus KDKMP, dengan rincian 54 pengurus magang sektor serba usaha serta 36 pengurus magang sektor pertanian.

Tenaga Ahli Utama, Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Guruh Muamar Khadafi mengapresiasi Kemenkop, Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh pihak penyelenggara. “Kami berharap, hasil magang menjadi bekal agar KDKMP di desa-desa tumbuh sehat, produktif, profesional, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Yuke Mauliani Septina menuturkan, peningkatan kapasitas SDM dan penguatan model bisnis menjadi tahap paling penting dalam memperkuat program KDKMP.

“Pengurus koperasi tidak boleh hanya memahami aspek kelembagaan dan administrasi. Lebih dari itu, pengurus harus mampu membaca potensi ekonomi wilayah, membangun usaha sesuai kebutuhan masyarakat, mengelola rantai pasok, menjaga kualitas produk, serta membuka dan mempertahankan akses pasar,” jelasnya.

Erwin Tambunan

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari (tengah) menerima cenderamata dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Yuke Mauliani Septina. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *