JAKARTA, gen-idn.com – Latihan Cyber Super Garuda Shield (SGS) 2026 atau Cyber Exercise (CYBEREX) dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield ke-V Tahun 2026. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur siber gabungan (Joint Cybersecurity Warfighting Capabilities) menghadapi berbagai bentuk ancaman terhadap infrastruktur digital kritis.
CYBEREX 2026 melibatkan 13 negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, Australia, Selandia Baru, Belanda, Korea Selatan, India, Inggris, Kanada, Laos, Italia dan Brunei Darussalam sebagai negara observer. Rangkaian latihan diawali dengan sesi akademik yang memberikan pembekalan mengenai antara lain Multinational Force Standard Operating Procedure (MNF SOP) Network Enumeration.
Materi tersebut menjadi dasar bagi peserta melaksanakan skenario dan manuver pada tahap latihan CYBEREX 2026. Dalam latihan itu, TNI bersama negara peserta dan mitra latihan menguji kemampuan koordinasi, interoperabilitas, serta respons terpadu menghadapi ancaman siber, sekaligus memperkuat kerjasama pertahanan siber antar negara.
#SGS26
#TogetherWeTrain
#StrengthThroughPartnership
Puspen TNI – Robet
TNI bersama negara peserta dan mitra latihan menguji kemampuan koordinasi, interoperabilitas, serta respons terpadu menghadapi ancaman siber, sekaligus memperkuat kerjasama pertahanan siber antar negara. Foto: Puspen TNI.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















