PONTIANAK, gen-idn.com – Secara keseluruhan,dari penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, PP PBSI mendapatkan cukup banyak catatan untuk evaluasi. Ada beberapa progres positif yang terlihat, terutama dari pemain-pemain muda, tetapi masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar penampilan mereka bisa lebih konsisten di turnamen berikutnya.
Evaluasi untuk tunggal putra, seperti uraian Wiempie Mahardi (Kepala Pelatih Tunggal Putra Pratama) mengemukakan, melihat penampilan Richie, saya rasa sudah maksimal. Bermain back-to-back di nomor tunggal memang tidak mudah dan kebugarannya terlihat sedikit menurun. Namun, ini menjadi pengalaman penting bagi pemain muda, terutama untuk membangun mental dan fighting spirit.
“Dendi juga sudah berusaha memberikan yang terbaik. Beberapa hal yang selama ini dilatih sudah mulai bisa diterapkan dalam pertandingan. Ke depan, strength endurance masih perlu ditingkatkan dan akan kami evaluasi kembali dalam program latihannya,” ujarnya.
Nunung Subandoro, Asisten Pelatih Tunggal Putri Utama, menjelaskan, secara keseluruhan, penampilan tunggal belum sesuai dengan harapan. Kami tentu berharap hasil yang lebih baik, terutama dari Thalita dan Kadek yang sudah cukup sering bermain di level turnamen yang lebih tinggi.
“Dari sisi drawing memang sedikit kurang menguntungkan karena dua pemain Indonesia, Thalita dan Chiara, harus langsung bertemu di babak pertama. Namun, itu juga menjadi bagian dari pertandingan yang harus mereka hadapi.”
“Ke depan, ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan, terutama dari faktor mental untuk membangun daya juang dan keberanian dalam pertandingan. Dari sisi fisik juga perlu ditingkatkan, khususnya daya tahan dan kekuatan, agar mereka bisa lebih konsisten menjaga performa sepanjang pertandingan,” jelasnya.
Andrei Adistia, Kepala Pelatih Ganda Putra Pratama mengemukakan, secara pola permainan sebenarnya sudah cukup baik, tetapi di poin-poin krusial masih sering terlalu memaksakan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki, termasuk meningkatkan strength endurance dan strength power agar lebih siap menghadapi turnamen secara back-to-back.
“Sudah Bisa Bersaing”
“Secara keseluruhan progres anak-anak cukup baik. Mayoritas masih baru di level ini, tetapi sudah bisa bersaing dengan pasangan-pasangan berpengalaman di Super 100. Ini menjadi barometer yang baik untuk melihat apa yang masih perlu dievaluasi dan dipersiapkan di turnamen berikutnya,” ungkapnya Kepada Tim Media dan Humas PP PBSI.
Asisten Pelatih Ganda Putri Utama, Nitya Khrisinda Maheswari mengutarakan, untuk Lanny/Ester, dua turnamen ini memberikan pengalaman yang sangat baik. Setelah sebelumnya kalah dari pasangan Korea di International Challenge, mereka bisa langsung membalas di Indonesia Masters. Ini menjadi progres positif bagi keduanya, baik dari sisi permainan maupun mental.
“Meski demikian, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama untuk semakin mematangkan permainan sebagai pasangan dan mengoptimalkan kelebihan masing-masing,” beber Nitya.
Kepala Pelatih Ganda Campuran Pratama Muhammad Rijal, menandaskan untuk ganda campuran, dari dua turnamen ini hasilnya juga masih belum maksimal. Di International Challenge kita mendapat satu gelar melalui Dejan/Apri, sementara di Indonesia Masters mereka mencapai semifinal. Di perempatfinal memang ada tiga pasangan, tetapi hasil akhirnya masih belum sesuai harapan.
“Masih banyak yang perlu diperbaiki, terutama pola permainan dengan pasangan-pasangan baru, konsistensi, fisik dan mental. Saat menghadapi pasangan China, kami juga melihat masih ada kesulitan menjaga momentum, baik ketika unggul maupun tertinggal. Ini menjadi evaluasi penting agar ke depan permainan ganda campuran bisa lebih matang dan konsisten.”
Secara keseluruhan, hasil dan penampilan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan masing-masing pemain sekaligus menentukan program latihan berikutnya.
PP PBSI berharap berbagai catatan yang ada bisa segera diperbaiki, sehingga para pemain Indonesia dapat tampil lebih konsisten dan memberikan hasil yang lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya.
Mion Efendy
Hasil terbaik diraih Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo dengan posisi runner-up. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















