banner 728x250

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO Melalui RISE TO IPO 2026

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas akses pendanaan melalui pasar modal. Upaya tersebut dilakukan melalui program RISE TO IPO 2026 yang diselenggarakan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengusung semangat “Empowering Medium Enterprises to IPO”, rangkaian RISE TO IPO 2026 menjangkau 153 perusahaan di tiga kota, yakni Surabaya, Makassar dan Bandung.

banner 325x300

Deputi Bidang Usaha Menengah, Kementerian UMKM, Bagus Rachman mengatakan Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian UMKM mendampingi usaha menengah agar semakin siap berkembang menjadi perusahaan yang profesional, transparan dan memiliki akses pendanaan yang lebih luas.

“Melalui RISE TO IPO, pengusaha menengah mendapatkan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, manfaat go public, serta tahapan persiapan menuju Initial Public Offering (IPO). Pendampingan juga mencakup penguatan aspek legal, keuangan, dan tata kelola perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam proses menuju perusahaan terbuka,” kata Bagus Rachman,di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Ditambahkan, penguatan usaha menengah tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar, tetapi juga pada kesiapan perusahaan dalam mengakses sumber pembiayaan yang lebih beragam.

“RISE TO IPO menjadi salah satu upaya kami untuk membuka wawasan usaha menengah bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis. Namun, untuk menuju ke sana, perusahaan perlu mempersiapkan fundamental bisnis, tata kelola, aspek keuangan dan legalitasnya secara bertahap,” ujar Bagus.

Bagus menjelaskan, rangkaian RISE TO IPO 2026 diawali di Surabaya pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan 50 perusahaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Makassar pada 16 Juli 2026 yang diikuti 45 perusahaan, serta Bandung pada 31 Agustus 2026 dengan kehadiran 58 perusahaan. “Pelaksanaan di tiga kota tersebut menjadi sarana untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada usaha menengah di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Bagus.

Mengenai Go Public

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai proses go public, manfaat menjadi perusahaan terbuka, serta pengalaman dari perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Program RISE TO IPO dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pendaftaran dan seleksi awal peserta, Go Public Seminar, pendampingan intensif, hingga pembinaan lanjutan melalui IDX Incubator.

“Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif,” urai Bagus.

Saat ini, seluruh perusahaan yang telah mengikuti rangkaian kegiatan di Surabaya, Makassar dan Bandung sedang berada dalam tahap kurasi untuk mengikuti Intensive Bootcamp RISE TO IPO. Kurasi dilakukan untuk melihat kelayakan, kesiapan bisnis, serta potensi perusahaan melanjutkan proses persiapan menuju go public.

Perusahaan yang terpilih dalam Intensive Bootcamp akan memperoleh pendampingan lebih mendalam bersama praktisi pasar modal. Pendampingan diarahkan untuk memperkuat kesiapan perusahaan, antara lain melalui pembenahan aspek legal, keuangan, tata kelola, serta strategi yang diperlukan dalam proses persiapan IPO.

“Pendampingan ini tidak berhenti pada kegiatan seminar. Kami ingin membangun proses pembinaan yang berkelanjutan, sehingga perusahaan yang memiliki potensi terus didampingi untuk memperkuat fundamental bisnisnya hingga siap mengakses pasar modal,” lanjutnya.

Setelah melalui tahapan pendampingan dan memenuhi kesiapan yang diperlukan, perusahaan peserta akan diarahkan untuk mengikuti program IDX Incubator 2027 sebagai bagian dari kelanjutan pembinaan. Kolaborasi Kementerian UMKM dan BEI melalui RISE TO IPO diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan usaha menengah, khususnya untuk membuka akses terhadap alternatif sumber pendanaan.

Dengan fundamental bisnis dan tata kelola yang semakin kuat, menurut Bagus, usaha menengah diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan, memperluas skala usaha dan memiliki daya saing yang semakin tinggi. “Kementerian UMKM mendorong transformasi usaha menengah agar tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin siap memasuki ekosistem pembiayaan formal dan pasar modal Indonesia,” pungkas Bagus.

Erwin Tambunan

Seusai RISE TO IPO 2026, Deputi Bidang Usaha Menengah, Kementerian UMKM, Bagus Rachman berfoto dengan peserta yang mengusung semangat “Empowering Medium Enterprises to IPO”. Foto: Humas Kementerian UMKM.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *