banner 728x250

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Jadi Pencipta Solusi Melalui Kewirausahaan

banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG, gen-idn.com – Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengembangkan pola pikir kewirausahaan dengan menjadikan persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang untuk menghadirkan solusi sekaligus menciptakan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Menteri UMKM, perguruan tinggi memiliki posisi strategis membentuk generasi wirausaha masa depan karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah pemikiran kritis, melahirkan inovasi, serta mentransformasikan gagasan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.

banner 325x300

“Menjadi entrepreneur tidak selalu dimulai dari modal besar. Kewirausahaan bermula dari pola pikir, seperti mampu membaca peluang, berpikir kritis, berani mengambil langkah dan menciptakan solusi yang memberikan nilai bagi orang lain,” ujar Menteri pada Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) di Universitas Muhammadiyah Bandung di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/9/2026).

Menteri menegaskan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Lebih dari itu, kewirausahaan perlu dibangun dari keberanian untuk menjadi problem solver atau pencipta solusi atas berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Oleh karena itu, dia memperkenalkan tiga prinsip utama yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam membangun usaha, yakni Think Smart, Start Small dan Be Impactful.

Menurutnya, prinsip Think Smart diperlukan untuk melatih kepekaan mahasiswa untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang. Proses itu dapat dimulai dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi persoalan yang perlu diselesaikan, kemudian melakukan validasi terhadap gagasan usaha yang akan dikembangkan.

“Think Smart diperlukan untuk melatih kepekaan guna melihat masalah di lingkungan sekitar sebagai peluang, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta melakukan validasi atas gagasan usaha,” katanya.

Selanjutnya, prinsip Start Small menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil langkah awal dari hal-hal sederhana. Mahasiswa tidak perlu menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna untuk mulai menguji ide, produk, maupun model bisnis yang telah dirancang.

Kontribusi Nyata

Sementara itu, prinsip Be Impactful menempatkan kebermanfaatan sebagai bagian penting dalam membangun usaha. Dengan prinsip tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menciptakan usaha yang mampu bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Maman Adurrahman juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses membangun usaha. Menurutnya, masa perkuliahan justru menjadi kesempatan yang baik untuk bereksperimen, menguji gagasan, memperluas jejaring, sekaligus belajar dari berbagai pengalaman.

“Kampus adalah tempat yang tepat untuk mencoba. Manfaatkan ruang belajar, diskusi, organisasi, jejaring pertemanan dan pengalaman akademik untuk menguji gagasan. Temukan ide dari persoalan yang paling dekat, wujudkan melalui aksi nyata dan pastikan setiap langkah memberi manfaat yang semakin luas,” pintanya.

Maman mengemukakan, keberanian untuk memulai perlu diiringi kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki gagasan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat membangun usaha yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang.

Kementerian UMKM terus memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan wirausaha muda, termasuk yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi. Kampus diharapkan menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem kewirausahaan nasional yang mempertemukan pengetahuan, inovasi, kreativitas dan keberanian untuk memulai usaha.

Melalui penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Kementerian UMKM berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh menjadi wirausaha mandiri, kreatif, tangguh dan berdaya saing serta mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari pembangunan fondasi kewirausahaan nasional yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia dan inovasi generasi muda untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Erwin Tambunan

Menteri UMKM Maman Abdurrahman di antara mahasiswa seusai Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru di Universitas Muhammadiyah Bandung di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/9/2026). Foto: Humas Kementerian UMKM.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *