banner 728x250

Menkop Sarankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

banner 120x600
banner 468x60

LUWU TIMUR, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan agar koperasi bisa bergerak di sektor produksi, sektor distribusi, bahkan bisa masuk ke sektor industri dan keuangan saat menghadiri Pekan Expo K-UMKM Dalam Rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat malam (9/10/2026).

“Bapak Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghidupkan kembali koperasi di Indonesia. Beliau memberi amanat untuk segera mengejar ketinggalan badan usaha koperasi dengan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara,” ujar Menkop.

banner 325x300

Menkop menambahkan bahwa di sektor produksi, diharapkan seluruh peternak, petani, nelayan harus memiliki koperasi. Dalam sejarahnya banyak sekali koperasi-koperasi petani, nelayan, peternak itu memiliki koperasi yang besar-besar. Kemudian, distribusi banyak sekali gudang-gudang lantai kering milik koperasi unit biasa tersebar di hampir seluruh kecamatan di Indonesia.

Kemudian, Menkop juga menekankan koperasi juga masuk ke sektor industri. Koperasi punya pabrik-pabrik, gabungan koperasi batik Indonesia memiliki banyak sekali pabrik-pabrik dan juga pabrik-pabrik garmen.

“Lalu, di keuangan, koperasi itu sesungguhnya adalah merupakan badan usaha yang bisa masuk ke sektor-sektor yang besar. Karena itu, disebutkan bahwa koperasi ini merupakan soko guru. Artinya, arus utama, mainstream dari perekonomian nasional,” urai Menkop.

Karena itu, Menkop berharap koperasi bisa memberikan andil terbaiknya bagi perekonomian nasional dan diharapkan itu bisa menjadi mesin penggerak yang akan bisa mengefektifkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Dia juga membahas tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang didirikan oleh Presiden Prabowo. KDKMP memiliki fungsi, di antaranya menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang lainnya. Barang-barang yang subsidi ini adalah pupuk, gas LPG 3 kg, kemudian beras, minyak goreng. “Ini sudah diputuskan oleh Bapak Presiden, sudah keluar peraturan Presidennya, harus disalurkan langsung kepada KDKMP. Itu artinya masyarakat bisa mendapatkan harga barang-barang bersubsidi lebih murah, terjangkau dan lebih tepat sasaran,” kata Menkop.

Menampung

Kemudian fungsi selanjutnya, kata Menkop, KDKMP ini akan menjadi off-taker, seperti menyerap, menampung hasil produk masyarakat di desa-desa dan kelurahan. Contohnya, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kerajinan, peternakan, perikanan, bahkan produk-produk UMKM.

“Bagaimana peran ibu-ibu PKK ikut bantu dari kegiatan fungsi off-taker ini. Karena melihat tadi contoh KDKMP di Desa Sorowako, peran ibu-ibu sangat besar untuk membantu, membimbing, membina para pelaku yang memproduksi produk-produk UMKM-nya,” kata Menkop.

“Semoga Sulawesi Selatan ini bisa dijadikan pilot project kegiatan off-taker penyediaan alat mesin bagi kegiatan pasca panen, pasca produksi seluruh hasil produk masyarakat, desa-desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan,” ujar Menkop.

Menkop berharap setelah pengelolaannya dilakukan koperasi diharapkan bisa menjadi penggerak perekonomian yang sangat efektif bagi Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya menggelar Pekan Expo Sulawesi Selatan di Makassar. “Ini memang dedikasi kami untuk seluruh masyarakat. Sekaligus UMKM yang berjualan. Koperasi ini sudah mulai kelihatan telah menjadi tempat-tempat sentra untuk perdagangan dan UMKM kita hasil-hasil olahan desa,” tutur gubernur.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menambahkan bahwa dari laporan panitia Pekan Expo K-UMKM, menunjukkan besarnya semangat kebersamaan dan antusiasme dari masyarakat. Sejak pembukaan acara tersebut diikuti oleh 24 Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan, 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Tikur, serta mitra dunia usaha lainnya.

“Panitia juga menyelenggarakan seminar perkoperasian yang dihadiri 440 peserta dari gerakan koperasi se-Sulawesi Selatan,” paparnya.

Erwin Tambunan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyerahkan piagam penghargaan kepada pelaku koperasi saat menghadiri Pekan Expo K-UMKM di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat malam (9/10/2026). Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *