banner 728x250

Wamenkop: Indonesia dan ASEAN Perkuat Koperasi Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

banner 120x600
banner 468x60

YOGYAKARTA, gen-idn.com – Indonesia bersama negara-negara ASEAN memperkuat kerjasama pengembangan koperasi pertanian sebagai ujung tombak mewujudkan swasembada pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dampak fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan di kawasan.

Komitmen tersebut mengemuka pada Sidang ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan Sidang ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).

banner 325x300

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan pertemuan yang dihadiri delegasi negara-negara ASEAN itu menjadi wadah memperkuat kolaborasi koperasi pertanian guna menghadapi tantangan bersama, terutama ancaman perubahan iklim yang semakin tidak menentu terhadap sektor pangan. Indonesia yang menjadi tuan rumah dari kegiatan ini berkomitmen untuk memastikan seluruh upaya penguatan koperasi di sektor pangan, mendukung swasembada pangan diwujudkan melalui aksi-aksi nyata.

“Perubahan iklim di dunia dan ASEAN semakin tidak menentu, hari ini kita merasakan sangat panas sekali efek dari El Nino dan tentu akan sangat berpengaruh pada ketersediaan pangan kita,” kata Wamenkop Farida saat pembukaan forum internasional bertema Navigating Together: Agricultural Cooperatives as ASEAN’s Food Security Frontline.

Wamenkop menambahkan bahwa komitmen swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah Indonesia perlu didukung oleh penguatan kelembagaan koperasi sebagai penggerak sektor riil, terutama pertanian. Karena itu, para pelaku koperasi di kawasan ASEAN berkumpul untuk merumuskan langkah konkret agar koperasi dapat menjadi sektor terdepan menjaga ketahanan pangan di masing-masing negara.

“Kami sesama penggerak koperasi di ASEAN berkumpul berfokus untuk bagaimana bisa swasembada pangan agar koperasi-koperasi yang ada di ASEAN menjadi leading sector, menjadi garda terdepan swasembada pangan di masing-masing negara,” ujarnya.

Farida menambahkan bahwa koperasi dinilai memiliki peran strategis untuk menghubungkan petani dengan pembiayaan, teknologi, sarana produksi, pengolahan, distribusi, hingga akses pasar. Indonesia sendiri memiliki sejumlah koperasi pertanian yang dinilai berhasil dan dapat menjadi contoh pengembangan di tingkat regional, antara lain Koperasi Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, koperasi Sukamakmur, serta sejumlah koperasi pengolahan susu di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang aktif di sektor peternakan dan pengolahan hasil pertanian.

Kepada Delegasi ASEAN

Farida Farichah menyebut pengalaman koperasi-koperasi tersebut akan dibagikan kepada delegasi ASEAN sebagai bagian dari pertukaran praktek terbaik dalam pengelolaan koperasi sektor pangan dan pertanian. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penguatan koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi pedesaan dan ketahanan pangan kawasan.

“Kami berharap hal itu seiring dengan penguatan koperasi sebagai kelembagaannya sehingga koperasi bisa sangat berperan untuk mencapai swasembada pangan,” jelasnya.

Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X Raden Mas Wijoseno Hario Bimo mengatakan bahwa koperasi memiliki peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat kemandirian masyarakat, serta melingkarkan kesejahteraan para anggotanya. Oleh karena itu, forum internasional yang digelar di Yogyakarta itu menjadi forum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerjasama dalam penembangan koperasi pertanian melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman dan praktek baik.

“Forum ini juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai penggunaan kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat kemitraan,serta mendorong daya saling produk koperasi di kawasan Asia Tenggara,” terangnya.

Pejabat Senior Divisi Pangan Pertanian Dan Kehutanan Departemen Masyarakat Ekonomi Asean Dian Sukmajaya menyatakan salah satu aksi nyata dari forum regional untuk memperkuat peran koperasi mendorong produktivitas di sektor pertanian dilakukan action visit.

“Program ini memberikan kesempatan bagi koperasi-koperasi dari negara anggota kawasan untuk melakukan kunjungan langsung ke koperasi yang dinilai berhasil mengelola pertanian, perkebunan hingga peternakan. Dalam kunjungan itu diharapkan para delegasi dapat belajar dan mereplikasi contoh sukses koperasi untuk kemudian diimplementasikan di negaranya masing-masing,” ucapnya.

Erwin Tambunan

“Perubahan iklim di dunia dan ASEAN semakin tidak menentu, hari ini kita merasakan sangat panas sekali efek dari El Nino dan tentu akan sangat berpengaruh pada ketersediaan pangan kita,” kata Wamenkop Farida. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *