banner 728x250

Tuntas! Koops TNI Habema Rebut Kembali Dua Senjata Yonif 9 Marinir

Yang Dirampas Kelompok Manfred Fatem di Maybrat

banner 120x600
banner 468x60

MAYBRAT, gen-idn.com -Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya berhasil direbut kembali seluruhnya oleh Koops TNI Habema.

Keberhasilan tersebut dipastikan setelah Tim Gabungan Operasi Badai Kasuari 3.12 menemukan senjata K3 Daewoo pada Sabtu (17/10/2026), menyusul keberhasilan pengamanan senjata Caracal sehari sebelumnya, Jumat (16/10/2026).

banner 325x300

Kedua senjata itu sebelumnya dirampas kelompok Manfred Fatem pada penyerangan terhadap Pos Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada 22 Maret 2026.

Operasi gabungan yang melibatkan Satgas Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Kewilayahan Yonif 764/IB tersebut berhasil menuntaskan pengambilan kembali kedua senjata organik TNI.

Keberhasilan ini diperoleh melalui kerjasama antarsatuan, pendalaman informasi, serta pencarian yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain dua senjata organik itu, tim gabungan juga mengamankan satu pucuk senjata api rakitan campuran, 19 butir amunisi kaliber 5,56 mm, tiga magazen, alat bidik dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., mengapresiasi kepada seluruh prajurit yang terlibat atas ketekunan, keberanian, disiplin dan profesionalisme menyelesaikan tugas.

“Kelompok Manfred Fatem”

“Dua senjata organik yang dirampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerjakeras dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas. Saya memberikan penghargaan kepada seluruh personel yang telah bekerja dengan disiplin dan profesional,” tegas Brigjen TNI Riyanto.

Pangkoops menegaskan bahwa keberhasilan tersebut memiliki arti penting, bukan hanya karena materiil satuan berhasil diamankan kembali, tetapi juga karena senjata itu tidak lagi dapat disalahgunakan untuk melakukan aksi kekerasan yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat.

“Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. TNI akan tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, dengan tindakan yang selektif, terukur, profesional dan sesuai ketentuan hukum. Namun, kepada saudara-saudara yang ingin meninggalkan kekerasan, jalan damai tetap terbuka,” lanjut Pangkoops.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Badai Kasuari 3.12 menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya. Pengamanan wilayah akan terus dilaksanakan seiring dengan pendekatan teritorial dan kemanusiaan untuk mendukung kehidupan masyarakat yang semakin aman dan normal.

Keberhasilan mengamankan kembali kedua senjata tersebut sekaligus menegaskan bahwa setiap ancaman bersenjata akan ditangani secara profesional, sementara kesempatan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali membangun kehidupan bersama masyarakat tetap terbuka.

Pen Koops TNI Habema – Fajri MU

Tim Gabungan Operasi Badai Kasuari 3.12 menyusuri lokasi penyimpanan senjata K3 Daewoo yang ditemukan pada Sabtu (17/10/2026), menyusul keberhasilan pengamanan senjata Caracal sehari sebelumnya, Jumat (16/10/2026). Foto: Pen Koops TNI Habema.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *