HAMBALANG, gen-idn.com – Di tengah tantangan perekonomian global, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi harapan bagi masyarakat Desa Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dipimpin Cecep Muhtarudin, Kopdes ini berkomitme mengangkat taraf hidup petani lokal melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan inovatif.
KDKMP Hambalang lahir sesuai Inpres Nomor 9 tahun 2025 yang juga memiliki gerai lengkap seperti sembako, apotek dan klinik desa, kantor, pergudangan. “Awalnya, saya menerima pesan dari Kementerian yang mengajak kami membentuk KDKMP. Setelah kunjungan mereka ke desa kami, saya merasa ini adalah peluang yang tidak boleh di sia-siakan,” ungkap Cecep Ketua KDKMP Hambalang, Sabtu (8/11/2025).
Amanah itu mengubah hidup Cecep Muhtarudin, karena terpilih sebagai Ketua KDKMP melalui proses pemungutan suara yang melibatkan tokoh masyarakat. Cecep menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab demi ekonomi warga sekitar.
“Misi utama saya adalah memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, seperti ubi kayu atau singkong yang menjadi komoditas unggulan kami,” ujarnya.
KDKMP Hambalang yang kini memiliki 108 anggota tentu tidak muncul secara instan. Ini berkat gotong-royong tekad kuat para pengurus serta antuasias warga desa.
Tidak hanya menyediakan akses mudah terhadap pupuk, tetapi KDKMP Hambalang juga memfasilitasi pemasaran hasil pertanian. “Kami ingin menjembatani petani dengan pasar. Dukungan dari kementerian sangat kami harapkan untuk membantu memasarkan produk kami,” tambahnya.
Berkelanjutan
Membangun ekonomi yang berkelanjutan dengan omset mencapai Rp20 juta, KDKMP Hambalang juga telah berhasil menyuplai kebutuhan pokok ke beberapa dapur SPPG di kota Depok dan juga suplai air mineral ke beberapa KDKMP di Kota Depok yang kini menjadi andalan.
“Kami baru saja menerima pesanan besar untuk air mineral. Ini adalah langkah positif untuk pertumbuhan koperasi kami,” kata Cecep dengan penuh semangat.
Desa Hambalang juga dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik, menawarkan keindahan alam dan potensi pertanian yang kaya. Selain Ubi Kayu sebagai komoditas unggulannya, desa ini juga mempunyai program menanam pohon pisang kepok yang tidak hanya dinikmati untuk dikonsumsi langsung, tetapi juga di suplai ke kios-kios sebagai pakan burung.
“Kami bercita-cita untuk mengintegrasikan sektor pariwisata dengan pertanian, menciptakan peluang baru bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dampak positif berdirinya KDKMP Hambalang bagi warga desa sangat dirasakan. “Salah satunya Kopdes ini mempermudah akses petani terhadap pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Kami bisa menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar,” jelas Cecep.
Harapannya ke depan adalah agar Kopdes ini terus berkembang. “Kami percaya, dengan kolaborasi dan dukungan yang tepat dari pemerintah dan berbagai pihak, KDKMP dapat menjadi pilar ekonomi yang kuat di Desa Hambalaang,” tutupnya.
Erwin Tambnan
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com
