banner 728x250
Berita  

Kemenkop Dorong Kopdes MP Tingkatkan Kapasitas Produksi Komoditi Unggulan di Aceh

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Upaya memperkuat eksistensi Koperasi Desa/Kelurahan  Merah Putih (KDKM) di seluruh desa Indonesia, Kementerian Koperasi (Kemenkop) melakukan langkah-langkah strategis di daerah. Di antaranya, meningkatkan kapasitas produksi berbasis komoditi unggulan di Provinsi Aceh.

“Kita akan terus mendorong perkuatan peran KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional,” kata Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kemenkop Elviandi, Selasa (11/11/2025).

banner 325x300

Elviandi menilai kegiatan ini memperkuat pemahaman KDKMP untuk peningkatan kapasitas produksi melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah. “Juga, mendorong terbentuknya model pengembangan usaha yang berkelanjutan di lingkungan KDKMP,” jelas Elviandi.

Elviandi menyebutkan penting pembentukan KDKMP sebagai solusi memperkuat ekonomi desa, mengurangi rantai distribusi hasil pertanian yang panjang, meningkatkan efisiensi rantai pasok hingga mendorong kemandirian ekonomi berbasis gotong royong.

Staf Khusus Menteri Kementerian Koperasi Bidang Mitigasi Resiko dan Kepatuhan Koperasi David Bastian mendorong KDKMP di Aceh untuk mengambil peluang besar produksi komoditas unggulan di provinsi Aceh yang menjadi barometer produksi kopi, nilam dan pengembangan biomassa.

David berharap dukungan aktif seluruh pengurus KDKMP serta diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, kerjasama antar koperasi sektor produksi, lembaga penelitian seperti Atsiri Research Center (ARC) dari Universitas Syiah Kuala, hingga lembaga pembiayaan dan perbankan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan ekosistem usaha koperasi yang produktif, modern dan berdaya saing global,” imbuh David Bastian.

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri menyebutkan, terdapat lokasi pengembangan hilirisasi tahun 2025-2026 dengan komoditi kopi seluas 20.400 hektar di enam kabupaten serta pembangunan lima piloting pabrik kopi dan komoditi kakao seluas 8.900 hektar di tujuh kabupaten.

Kerjasama Dengan Kementan

Mendukung program itu, Kemenkop akan berkerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong koperasi berkontribusi memperkuat rantai pasok di lima pabrik piloting tersebut.

Di sisi lain, peluang pasar Energi Baru Terbarukan (EBT) di Aceh juga tumbuh. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), luas kawasan hutan Aceh tahun 2023 tercatat sekitar 1,78 juta hektar dari sisi pasokan bahan baku. Sedangkan produksi kayu bulat Aceh pada tahun 2023 mencapai kurang lebih 22.047 meter persegi.

Terlebih lagi, PT PLN (Persero) sedang merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), di mana dibutuhkan pemanfaatan bahan baku biomassa seperti cangkang sawit, sekam padi dan serpihan kayu. Ini menunjukkan bahwa pasar serapan biomassa nyata dan berkembang. KDKMP dapat mengambil peran sebagai agregator bahan baku dan pengelola unit pra-olah biomassa.

Di Aceh, nilam merupakan salah satu komoditas unggulan yang telah lama dibudidayakan sejak masa kolonial Belanda. Dari berbagai jenis nilam yang telah ditanam di Indonesia, nilam Aceh merupakan jenis yang terbaik menghasilkan minyak nilam berkualitas tinggi yang dicari pasar internasional seperti Prancis, Amerika Serikat dan Kanada.

Ini merupakan peluang bagus bagi KDKMP untuk mengembangkan usaha pengolahan nilam, sehingga mampu masuk rantai pasok usaha nilam di pasar internasional. Saat ini, terdapat 6.549 KDKMP di Provinsi Aceh, dengan 3.683 di antaranya memiliki akun SIMKOPDES, 420 memiliki gerai aktif dan 126 telah mengajukan kemitraan ke BUMN.

Kemenkop juga mendorong Bisnis Asisten (BA) agar 2.866 KDKMP yang belum terdaftar di SIMKOPDES segera melengkapi administrasi agar bisa berpartisipasi dalam tahap pengembangan berikutnya. Sebagai bagian dari upaya memperkuat operasional KDKMP, Kemenkop merekrut 8.000 Bisnis Asisten (BA) yang ditempatkan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Khusus di Provinsi Aceh, sebaran penempatan BA sebanyak 650 orang, untuk Kota Banda Aceh 9 BA, Aceh Besar 60 BA, sedangkan yang terbanyak di Kabupaten Aceh Utara 86 BA, Kabupaten Pidie 73 BA dan Kabupaten Bireuen 61 BA.

Erwin Tambunan

“Kita akan terus mendorong perkuatan peran KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional,” kata Elviandi. Foto: Humas Kemenkop.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.om

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *