CANDON CITY, gen-idn.com – Langkah tim nasional voli putri Indonesia di AVC Cup 2026 mendapat hambatan setelah menelan kekalahan dari Kazakhstan pada pertandingan kedua Grup B. Bertanding di Candon City, Filipina, Minggu (7/6/2026), skuad Merah Putih menyerah tiga set langsung dengan skor 19-25, 19-25, dan 19-25.
Medi Yoku dan kawan-kawan sebenarnya mampu berikan perlawanan pada awal hingga pertengahan set. Namun, Kazakhstan tampil lebih efektif saat memasuki fase-fase penentuan sehingga mampu mengamankan kemenangan di setiap set dengan skor yang sama.
Indonesia sempat menjaga jarak poin agar tetap kompetitif. Namun ketika lawan mulai meningkatkan intensitas permainan, tim Merah Putih kesulitan mempertahankan konsistensi sehingga kehilangan momentum untuk membalikkan keadaan.
Manajer tim voli putri Indonesia, Luci Taroreh, menilai timnya belum mampu menjaga performa secara stabil sepanjang pertandingan. Menurut dia, hal tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan Indonesia gagal meraih hasil positif.
“Skor identik 25-19 di tiga set menunjukkan kita sebenarnya tidak tertinggal jauh, tetapi gagal menjaga stabilitas permainan pada momen-momen krusial. Kita mampu bersaing hingga pertengahan set, tetapi Kazakhstan lebih efektif mengonversi poin-poin penting,” ujar Luci Taroreh.
Memperbaiki Sejumlah Kelemahan
Hasil pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih untuk memperbaiki sejumlah kelemahan yang masih terlihat saat menghadapi lawan dengan postur dan kekuatan fisik yang lebih baik.
Menurut Luci, sektor receive, blok, serta penyelesaian akhir serangan masih perlu mendapat perhatian serius. Selain itu, servis yang kurang menekan membuat Kazakhstan relatif mudah mengembangkan pola permainan.
“Ya walau hasil poin yang kita dapat juga banyak dari kesalahan lawan, begitu pula sebaliknya, kita juga banyak eror. Receive hari ini tidak baik. Servis tidak agresif sehingga lawan mudah menyerang,” katanya.
Banyaknya kesalahan sendiri memengaruhi performa Indonesia sepanjang pertandingan. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Kazakhstan untuk mendominasi jalannya laga dan mengontrol perolehan poin. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri tren positif tim voli putri Indonesia yang sebelumnya membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Iran pada laga perdana Grup B.
Meski gagal meraih hasil maksimal, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di AVC Cup 2026 masih terbuka. Tim Merah Putih kini dituntut segera berbenah dan meningkatkan kualitas permainan agar dapat kembali bersaing pada pertandingan berikutnya.
Enda Suranta
Pelatih Marcos Sugiyama (Jepang) menyampaikan instruksinya ke pemain Indonesia ketika memasuki time-out pertandingan. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















