banner 728x250

Kementerian UMKM Hadirkan Bursa Wirausaha Unggulan, Target 10 Juta Wirausaha Baru

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) meluncurkan Bursa Wirausaha Unggulan sebagai salah satu langkah strategis pemerintah mewujudkan target 10 juta wirausaha baru pada 2029. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Bursa Wirausaha Unggulan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, menciptakan wirausaha baru, serta memperluas penyerapan tenaga kerja.

“Program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha baru hingga tahun 2029. Semakin banyak wirausaha yang lahir dan berkembang, maka penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar,” kata Menteri UMKM, di Jakarta, Selasa (10/6/2026).

banner 325x300

Program Bursa Wirausaha Unggulan merupakan rangkaian Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 dirancang untuk memudahkan generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM dan pengusaha mengakses berbagai layanan pengembangan usaha secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, legalitas, pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Menteri mengatakan peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kewirausahaan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat dalam membangun usaha yang berdaya saing. “Hari ini menjadi harinya para pengusaha UMKM dari Sabang sampai Merauke, mereka yang menginginkan masa depan yang lebih baik dan siap menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi negara ini,” urainya.

Menurut Menteri, Bursa Wirausaha Unggulan merupakan program yang dirancang untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan kewirausahaan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Program tersebut mengintegrasikan berbagai layanan yang dibutuhkan pengusaha dalam satu ekosistem, mulai dari peningkatan kapasitas hingga akses pasar.

“Tujuannya adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha dan perencanaan bisnis yang baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya,” tegas Maman Abdurrahman.

Melalui program itu, peserta memperoleh pendampingan mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, hingga akses pembiayaan dan pemasaran. Akses pembiayaan yang difasilitasi mencakup pembiayaan formal melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan mitra lainnya.

Generasi Wirausaha

Bursa Wirausaha Unggulan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Juga dilakukan Deklarasi Wirausaha sebagai bentuk komitmen bersama dan dukungan jaringan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional serta mendorong lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan pemerintah akan terus berkomitmen mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus membantu UMKM tumbuh dan naik kelas agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. “UMKM harus terus tumbuh dan naik kelas. Pertumbuhan ekonomi harus dapat dikontribusikan oleh UMKM sekaligus dinikmati oleh UMKM. Inilah yang disebut ekonomi yang berkeadilan,” beber Muhaimin.

Menurutnya, Bursa Wirausaha Unggulan menjadi salah satu instrumen penting membangun ekosistem usaha yang inklusif, di mana pengusaha bisa memperoleh akses terhadap peningkatan kapasitas, pembiayaan, jejaring usaha, serta peluang kemitraan yang lebih luas. “Bursa Wirausaha Unggulan menjadi kesempatan untuk membangun sistem ekonomi yang berkeadilan. UMKM tumbuh, akses semakin terbuka, kapasitas meningkat dan ekosistem usaha semakin kuat,” terangnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi mencetak generasi wirausaha baru yang inovatif dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial di masyarakat. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai fasilitator lahirnya wirausahawan berbasis mahasiswa yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk pengangguran.

“Kampus diharapkan menjadi fasilitator lahirnya wirausahawan-wirausahawan berbasis mahasiswa sekaligus berkontribusi mengakselerasi lahirnya wirausaha yang berbasis pada potensi dan budaya lokal,” ujarnya.

Pada agenda tersebut, juga dilakukan Deklarasi Wirausaha yang dilakukan bersama jaringan perguruan tinggi pada kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan sebagai dukungan nyata dunia pendidikan tinggi terhadap pengembangan kewirausahaan nasional.

Juga dihadirkan layanan konsultasi dan pendampingan usaha, Bursa Wirausaha Unggulan  diramaikan dengan berbagai agenda pengembangan kapasitas, antara lain Inspirational Speech dan Founder Talk yang menghadirkan pengusaha inspiratif, sesi Prokesra Produktif dan Program Kewirausahaan Nasional (PKN), Town Hall Meeting Jabatan Pengembang Kewirausahaan (JFPKWU), Workshop Artificial Intelligence (AI), Workshop Kemitraan, Dapur Inovasi UMKM, serta Showcase and Exhibition yang menampilkan produk dan inovasi para pengusaha.

Erwin Tambunan

Menteri UMKM Maman Abdurrahman berfoto selfie dengan pengunjung agenda Bursa Wirausaha Unggulan. Foto: Humas Kementerian UMKM.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *