banner 728x250

Wamen UMKM Berharap Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM

banner 120x600
banner 468x60

TERNATE, gen-idn.com – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengajak seluruh lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM di kawasan Indonesia Timur yang masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang.

“Hampir seluruh provinsi di kawasan Indonesia Timur memiliki jumlah debitur yang masih relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM. Artinya, masih banyak pelaku usaha yang belum terhubung dengan pembiayaan formal,” ujar Wamen pada Rapat Koordinasi (Rakor) KUR Regional Indonesia Timur di Ternate, Maluku Utara, Jumat (26/6/2026).

banner 325x300

Dia mengatakan, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan akses pembiayaan KUR bagi UMKM. Berdasarkan data penyaluran KUR, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan realisasi terbesar di kawasan Indonesia Timur, yakni mencapai Rp8,18 triliun. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tenggara sebesar Rp2,03 triliun dan Sulawesi Tengah Rp1,90 triliun.

Penyaluran KUR di Maluku Utara tercatat sebesar Rp315 miliar. Secara keseluruhan, penyaluran KUR di kawasan Indonesia Timur mencapai Rp16,5 triliun kepada 255.979 debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 24.000 merupakan debitur baru dan 18.000 berhasil naik kelas atau menjadi debitur graduasi.

Menurut Wamen UMKM, capaian itu menunjukkan perkembangan yang positif, terutama karena porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 68,2%, melampaui target nasional sebesar 65%. “Capaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan semakin banyak diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing usaha, sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya.

Meski demikian, Helvi Moraza menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan kualitas penyaluran KUR. Dari 10 lembaga penyalur KUR di kawasan Indonesia Timur, baru dua yang telah memenuhi target penyaluran ke sektor produksi minimal 65%, yaitu BRI serta Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Dia mendorong seluruh lembaga penyalur agar lebih proaktif menjangkau pengusaha UMKM yang bergerak di sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekonomi kreatif dan berbagai sektor unggulan lainnya yang menjadi kekuatan ekonomi Indonesia Timur.

“Kami mengajak seluruh lembaga penyalur untuk semakin aktif mendampingi dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan naik kelas,” bebernya.

Meningkatkan Kualitas

Untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas penyaluran KUR, pemerintah juga menyempurnakan kebijakan melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Melalui regulasi tersebut, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kini dapat dimanfaatkan sebagai agunan tambahan untuk pengajuan KUR. Selain itu, pelaku UMKM di sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor tetap bisa memperoleh KUR dengan suku bunga efektif sebesar 6% serta tidak lagi dibatasi frekuensi akad maupun akumulasi pinjaman.

“Artinya, pengusaha UMKM di sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor dapat mengakses KUR lebih dari satu kali dengan suku bunga tetap sebesar 6%. Kebijakan ini diharapkan semakin mendorong ekspansi usaha dan memperkuat daya saing UMKM,” terang Helvi.

Secara nasional, hingga 25 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3% dari target tahun 2026 sebesar Rp290 triliun. Pembiayaan itu menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,1 juta merupakan debitur baru, sedangkan 511.000 merupakan debitur graduasi. Sementara itu, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 64,1%.

“Tren ini menunjukkan bahwa pembiayaan KUR semakin difokuskan untuk memperkuat sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah tinggi, meningkatkan produktivitas usaha, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ungkap Wamen Helvi.

Wamen juga mengingatkan seluruh lembaga penyalur agar bersama-sama mendukung pencapaian target nasional KUR tahun 2026, yaitu penyaluran sebesar Rp290 triliun, porsi pembiayaan ke sektor produksi minimal 65%, 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur graduasi.

Keberhasilan mencapai target itu memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga penyalur, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar akses pembiayaan semakin inklusif, mendorong pertumbuhan usaha, serta mempercepat lahirnya UMKM yang tangguh dan berdaya saing di kawasan Indonesia Timur maupun di seluruh Indonesia.

Erwin Tambunan

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Helvi Moraza (kedua dari kanan), pimpin Rakor KUR Regional Indonesia Timur di Ternate, Maluku Utara, Jumat (26/6/2026). Foto: Humas Kementerian UMKM.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *