banner 728x250

Ground Breaking PSEL Bantargebang, Tri Adhianto Targetkan Beroperasi 18 Bulan

banner 120x600
banner 468x60

KOTA BEKASI, gen-idn.com – Pemerintah Kota Bekasi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik, Kota Bekasi, Jawa Barat. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan fasilitas tersebut mulai beroperasi dalam waktu 18 bulan ke depan dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari.

Tri Adhianto menyampaikan, kehadiran PSEL menjadi salah satu langkah penting menangani persoalan sampah di Kota Bekasi. Namun, kapasitas itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan sampah yang dihasilkan setiap harinya. “Tetapi masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri Adhianto.

banner 325x300

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan PSEL. Masyarakat juga harus terlibat melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama dari rumah masing-masing.

“Seperti yang disampaikan Menteri, ini bukan berarti persoalan sampah selesai. Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri. Kalau kita mulai memilah dari kediaman masing-masing, tentu akan mengurangi persoalan 300 ton sampah setiap harinya,” jelasnya.

Upaya tersebut, harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya di tingkat rumah tangga. Pemilahan sampah juga perlu diterapkan di sekolah, pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan perdagangan, hingga para pedagang.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Mulai dari rumah, sekolah, pedagang, mal, kantor dan seluruh lingkungan masyarakat. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pengolahan dikelola dengan lebih baik,” katanya.

Gubernur Jawa Barat berharap pembangunan dan pengelolaan sampah di kawasan Bekasi Raya, Bogor Raya, maupun Bandung Raya bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Persoalan sampah dinilai tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Mengatasi Tumpukan Sampah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pengembangan teknologi PSEL skala besar menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk mengatasi tumpukan sampah perkotaan yang telah melampaui kapasitas.

Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PSEL di 40 kota besar yang mengalami kondisi darurat sampah dapat diselesaikan pada 2027 hingga 2028. “Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy,” jelas Zulkifli Hasan (Zulhas).

Zulhas juga menargetkan persoalan sampah secara nasional dapat ditangani hingga 70–80% pada 2029. Sementara itu, sekitar 20% persoalan lainnya berada di tingkat rumah tangga dan membutuhkan edukasi serta perubahan kebiasaan masyarakat.

Karena itu, pemilahan sampah dari sumber menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah. Sampah organik dan anorganik diharapkan bisa dipilah sejak dari dapur rumah, sehingga tidak seluruhnya tercampur dan berakhir menjadi beban di tempat pembuangan.

Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan menjadi langkah besar memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi. Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui kebiasaan sederhana: memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan.

Di acara Ground Breaking, hadir Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simajuntak, Gubernur Jawa Barat KDM serta dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Ndoet – Nara Melissa

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memperlihatkan map bangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik, Kota Bekasi, Jawa Barat. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *