PONTIANAK, jurnal-idn.com – Pebulutangkis tunggal putri Prancis berdarah Indonesia, Rosy Oktavia Pancasari sangat senang bisa kembali berkompetisi di Indonesia. Apalagi turnamen yang diikutinya ini, Polytron Pontianak International Challenge 2026 digelar di pulau Kalimantan (Borseo) pulau kelahirannya.
“Saya sudah lama tidak pulang ke Indonesia, sekalian ikut turnamen tur Asia dan jenguk orang tua. Jadi saya memutuskan untuk main di sini. Saat lihat host-nya Kota Pontianak, senang dan excited banget bakal main di pulau kelahiran,” katanya.
Rosy bercerita bahwa dia pernah latihan di Surabaya saat muda sebelum menetap di Prancis.
“Saya lahir di Balikpapan dan dari usia 11 sampai 16 tahun saya latihan di Suryanaga Surabaya. Setelah itu, ikut kakak yang juga mantan pemain nasional ke Republik Ceko. Kakak saya Gustiani Megawati Sari,” ungkap Rosy.
“Lalu dari tahun 2013 sampai sekarang, saya menetap di Prancis, tepatnya di kota Strasbourg,” jelas Rosy.
Berlaga di Polytron Pontianak International Challenge 2026, Rosy menyelesaikan tahapan pertama dengan mengalahkan wakil Indonesia Almaira Dzakira Wulanda Lestari. Rosy menang rubber game 21-15, 19-21, 21-16 pada Rabu (26/8/2026) malam. Di babak selanjutnya atau babak 32 besar hari ini, Rosy akan menantang wakil India Aakarshi Kashyap.
NAS
Aksi Rosy Oktavia Pancasari ketika menyingkirkan wakil Indonesia Almaira Dzakira Wulanda Lestari. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















