MANGGARAI-NTT, gen-idn.com – Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI) memberikan pendampingan psikologis melalui trauma healing kepada personel TNI dan Ibu Persit Kodim 1612/Manggarai serta personel Yonif 834/WM yang turut menjadi penyintas bencana gempa bumi. Kegiatan dilaksanakan di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (13/9/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, mengingat para personel dan Ibu Persit selain bertugas sebagai relawan juga mengalami langsung dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Kehadiran Puspsi TNI diharapkan dapat membantu menjaga kondisi psikologis para relawan agar tetap mampu menjalankan tugas dan memberikan dukungan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Trauma Healing Puspsi TNI memberikan pendampingan melalui asesmen dan intervensi psikologis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing relawan. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi stres dan trauma sekaligus memulihkan kondisi psikologis setelah menghadapi bencana dan menjalankan tugas sebagai relawan.
Pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi pascabencana, tidak hanya bagi masyarakat terdampak tetapi juga bagi para relawan. Melalui dukungan Puspsi TNI, diharapkan kondisi batin para relawan tetap terjaga sehingga bisa terus beraktivitas dan berdedikasi secara optimal untuk membantu proses pemulihan di wilayah terdampak.
#tniprima
#tnirakyat
#indonesiaberdaulat
Puspen TNI – Fajri MU
Personel Pusat Psikologi TNI mengadakan pendampingan psikologis melalui trauma healing dengan metodologinya dengan mengoperasionalkan perangkat Laptop. Foto: Puspen TNI.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















