KEPULAUAN NIAS, gen-idn.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara melalui tiga program intervensi terintegrasi bagi 178 pengusaha UMKM di Kepulauan Nias meliputi Kabupaten Nias, Nias Selatan dan Nias Barat.
Melalui Deputi Bidang Kewirausahaan, ketiga program tersebut difokuskan pada perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksime dan perluasan akses pasar guna membantu pengusaha UMKM memulihkan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Utama Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan pendekatan yang dilakukan tidak sebatas memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh, adaptif dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Kementerian UMKM ingin membangun wirausaha yang tidak hanya tangguh menghadapi krisis, tetapi juga mampu beradaptasi dan menangkap peluang pertumbuhan baru di pasar nasional maupun digital,” ujar Arif saat membuka kegiatan di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Nias, Selasa (20/10/2026).
Arif menjelaskan, kehadiran Kementerian UMKM di Kepulauan Nias merupakan bagian dari upaya memastikan pengusaha UMKM terdampak bencana dapat kembali menjalankan usahanya, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang.
Menurutnya, pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan mengembalikan aktivitas usaha seperti sebelum bencana. Pengusaha UMKM juga perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan, meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas agar memiliki ketahanan usaha dalam jangka panjang.
“Langkah ini diambil guna memastikan wirausaha lokal tidak hanya bangkit dari dampak bencana, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang tangguh, produktif, serta berdaya saing secara berkelanjutan,” katanya.
Arif memaparkan, ketiga program intervensi tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan pengusaha UMKM di lapangan, dengan pendekatan pendampingan yang disesuaikan dengan tantangan pada setiap aspek usaha.
Program pertama adalah Perluasan Akses Pembiayaan Wirausaha yang menyasar 58 pengusaha UMKM. Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Sumut, program ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan, kesiapan mengakses pembiayaan, serta kemampuan mengelola keuangan usaha secara lebih profesional.
“Dalam pilar ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam untuk memenuhi kualifikasi serta persyaratan lembaga jasa keuangan,” jelas Arif.
Kemampuan Manajerial
Program kedua adalah Peningkatan Kapasitas Produksi yang diikuti 63 pengusaha UMKM. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan manajerial, efisiensi operasional, volume dan kualitas produksi, serta kemampuan menyesuaikan produk dengan perkembangan kebutuhan dan tren pasar.
Pelaksanaannya melibatkan Universitas Nias dan pendamping UMKM untuk membantu pengusaha meningkatkan produktivitas sekaligus membangun proses usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, program ketiga adalah Perluasan Akses Pasar Wirausaha yang menyasar 57 pengusaha UMKM. Program ini membuka peluang pemasaran melalui perluasan jaringan kemitraan bisnis dan pemanfaatan platform digital dengan dukungan Universitas Nias, MOWIEE, serta Narsis Digital.
Selain memperluas jangkauan pemasaran, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peluang menjadi penyedia barang dan jasa pemerintah melalui sistem pengadaan elektronik.
“Pengusaha UMKM didorong untuk masuk ke dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui e-Katalog dengan memperhatikan penetapan harga, kualitas produk, kelengkapan informasi, dan kecepatan layanan,” sambung Arif.
Dia menekankan bahwa keterhubungan antara pembiayaan, produksi dan pemasaran menjadi faktor penting untuk menciptakan pemulihan usaha yang berkelanjutan. Dengan akses pembiayaan yang memadai, kapasitas produksi yang meningkat dan pasar yang semakin terbuka, pengusaha UMKM diharapkan mampu membangun usaha yang lebih mandiri dan kompetitif.
Kementerian UMKM juga berkomitmen memantau perkembangan usaha para peserta serta memberikan pendampingan berkelanjutan agar manfaat program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat Kepulauan Nias.
Arif menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi dan mitra usaha untuk menghadirkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha UMKM.
Melalui kolaborasi tersebut, pemulihan UMKM diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk-produk lokal Kepulauan Nias untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Nasochi Gulo, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan serta Ketenagakerjaan Kabupaten Nias Firmina Amina Halawa, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Nias Barat Pariaman Daeli serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi UKM Kabupaten Nias Selatan Tandrasokhi Halawa. Hadir pula perwakilan perangkat daerah yang membidangi pembinaan UMKM di Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan dan keberlanjutan usaha masyarakat di Kepulauan Nias.
Erwin Tambunan
Arif Rahman Hakim (tengah) foto bersama dengan pejabat terkait Nias seusai menyampaikan statement-nya agar aktivitas pelaku usaha Nias kembali normal. Foto: Humas Kementerian UMKM.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















