banner 728x250
Umum  

Kemenkop Galang Solidaritas Peduli Bencana Sumatera

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Gerakan Koperasi Peduli Bencana menggalang bantuan bagi korban bencana di Sumatera. Penggalangan bantuan ini sebagai simbol bahwa koperasi bukan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai pilar ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya menghadapi situasi krisis dan bencana.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan gerakan koperasi memiliki peran penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Dia menyatakan bencana tidak hanya menimbulkan kerugian secara materiil, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, ekonomi dan psikologis. Oleh karena itu dengan bantuan yang digalang tersebut diharapkan meringankan beban, memenuhi kebutuhan dasar serta menjadi penguat bagi para korban bencana.

banner 325x300

“Kita harus memprioritaskan, fokus perhatian kita terhadap pemulihan di sana. Sekarang kita bantu sebagai bagian dari pemerintah, kita fokuskan untuk bagaimana mengatasi masalah-masalah yang mendesak sebagai bagian dari proses pemulihan,” kata Menkop saat meyerahkan bantuan kepada perwakilan pemerintahan dari tiga wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, jajaran Eselon I, pejabat tinggi pratama Kemenkop dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta perwakilan Gerakan Koperasi.

Ferry Juliantono menegaskan gerakan Koperasi Peduli Bencana ini akan terus dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saat ini pihaknya juga telah berkirim surat kepada Asisten Teritorial Panglima TNI Angkatan Udara untuk mengirimkan bantuan berupa moda transportasi untuk mengangkut hasil produksi kopi dari Koperasi di Kabupaten Bener Meriah.

Menurutnya sekitar 200 ton kopi tidak dapat dipasarkan karena akses jalan yang terputus sehingga diperlukan bantuan moda transportasi untuk membantu memasarkan kopi ke luar wilayah Aceh. Hasil penjualan kopi milik koperasi itu kemudian akan diberikan kembali kepada koperasi.

“Kami sedang mengirim surat kepada Panglima agar pesawat Angkatan Udara bisa mengangkut kopi-kopi dari koperasi di Benar Meriah. Ini akan mempermudah masyarakat karena akses transportasi darat sudah terputus,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Kemenkop juga akan mendirikan posko yang akan menjadi pusat koordinasi penyaluran bantuan serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Saat ini Kemenkop bersama pihak terkait lainnya intens berkoordinasi untuk melakukan inventarisasi koperasi-koperasi yang terdampak bencana termasuk dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Petugas Dinas Koperasi, Business Asisstant dan Project Management Office (PMO) akan diturunkan sebagai relawan untuk membantu memecahkan masalah di lapangan, terutama yang berkaitan dengan koperasi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto di rapat kabinet sebelumnya agar pemerintah menetapkan relaksasi bagi KDKMP yang terdampak bencana. Ini diperlukan untuk meringankan beban koperasi yang kehilangan aset maupun kegiatan usaha.

“Mendapatkan Relaksasi”

“Kemarin di rapat kabinet disampaikan bahwa KDKMP akan mendapatkan relaksasi. Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap pemulihan di daerah bencana,” kata Ferry.

Terkait dengan bantuan yang disalurkan meliputi alat penyulingan air bersih, perlengkapan mandi, mainan anak-anak, kebutuhan spesifik perempuan, hingga kain kafan, toilet portabel dan lainnya. Semua bantuan ini akan disalurkan melalui posko di Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan dan Agam.

Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan dalam waktu singkat, hampir 100 koperasi menunjukkan komitmen luar biasa dengan ikut serta dalam penggalangan dana. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi memiliki peran sosial yang sangat kuat. Dana tunai yang terkumpul hingga saat ini mencapai Rp1,64 miliar.

“Sekitar 90-an koperasi dari ribuan koperasi eksisting ikut serta. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam aksi solidaritas,” ujar Ahmad Zabadi.

Gerakan Koperasi Peduli Bencana tahap pertama yang dilakukan hari ini akan terus berlanjut. Dia berharap gerakan solidaritas ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Kemenkop dan Gerakan Koperasi berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dapat bangkit kembali.

“Secara khusus bantuan untuk bencana di Sumatera akan terus kita gulirkan dan akan kita lanjutkan sebagai dukungan solidaritas dari Gerakan Koperasi,” jelasnya.

Feronika, Perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan dari Kemenkop dan Gerakan Koperasi akan sangat membantu masyarakat Aceh yang sedang menghadapi bencana.

Dia menambahkan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah makanan, kebutuhan bayi dan energi. Bantuan yang disalurkan dinilai sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Erwin Tambunan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama wakil Menteri dan stafnya menggalang dana untuk bantuan bagi korban bencana di Pulau Sumatera. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *