SENTANI, gen-idn.com – Koops TNI Habema mengawal proses kedatangan, penyerahan dan penghormatan terakhir Jenazah Pilot Pesawat PT AMA PK-RCY, Capt. Nicholas Francis Gosselin, di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (3/7/2026).
Capt. Nicholas Francis Gosselin meninggal dunia pada insiden penembakan terhadap pesawat PT AMA PK-RCY di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, saat menjalankan misi pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat pedalaman Papua.
Jenazah diterbangkan dari Timika menuju Sentani menggunakan Pesawat TNI AU Boeing 737. Proses penyerahan dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., didampingi Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, serta dihadiri pejabat TNI, Pemerintah Daerah, Pimpinan PT AMA, para Pilot AMA dan Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You.
Prosesi diawali dengan penghormatan militer dan dilanjutkan penandatanganan berita acara penyerahan jenazah kepada pihak PT AMA yang diwakili Uskup Jayapura. Selanjutnya jenazah diberangkatkan menuju Hanggar PT AMA di Sentani untuk disemayamkan dan dilaksanakan ibadah penguatan.
“Turut Berduka Cita”
Dalam sambutannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Capt. Nicholas Francis Gosselin. “Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua. Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan,” ujarnya.
Pangkogabwilhan III juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dipengamanan lokasi, evakuasi taktis, hingga proses penyerahan jenazah. Menurutnya, TNI akan terus berkomitmen menjaga keamanan agar pelayanan kepada masyarakat di Papua dapat berlangsung dengan aman.
Sementara itu, Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You menyampaikan bahwa PT AMA telah puluhan tahun melayani masyarakat Papua melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan pelayanan gereja. “Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman. Kami mengutuk keras tindakan penembakan dan pembakaran pesawat yang telah merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan,” ungkapnya.
Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif sehingga pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan dan pembangunan di Papua dapat terus berjalan. Sinergi antara TNI, pemerintah, gereja dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera.
Pen Koops TNI Habema – Nara Melissa
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto didampingi Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, menyerahkan jenazah keĀ PT AMA yang diwakili Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You. Foto: Pen Koops TNI Habema.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















