KABUPATEN TANGERANG, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, menegaskan peran strategis koperasi pesantrenadalah memperkuat ekonomi syariah Indonesia. Menurutnya, koperasi pesantren dapat memainkan peran penting dengan menjadi “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi program strategis nasional dalam upaya pemerataan ekonomi di desa.
Menkop menjelaskan koperasi pesantren yang kini telah berkembang pesat di berbagai provinsi, memiliki potensi besar untuk mendampingi dan membimbing koperasi desa untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Hal ini disampaikan oleh Menkop saat memberikan sambutan pada acara Symposium ‘Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership’ di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (21/1/202).
“Kami ingin koperasi pesantren seperti Koperasi Pondok Pesantren Sunan Gresik, Sidogiri dan Nurul Jadid yang telah sukses mengelola bisnis besar seperti pabrik dan retail, untuk menjadi kakak asuh bagi KDKMP. Koperasi pesantren bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat ekosistem koperasi di desa,” ujar Menkop.
Menurut Menkop, KDKMP yang kini menjadi salah satu prioritas pengembangan ekonomi rakyat, berfokus pada berbagai sektor seperti distribusi barang kebutuhan pokok, penyediaan apotek dan klinik desa serta pengelolaan lembaga keuangan mikro. Dengan adanya dukungan dari koperasi pesantren, diharapkan KDKMPberkembang lebih pesat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain dukungan berupa bimbingan dan pengalaman dari koperasi pesantren, pembangunan fisik KDKMP juga telah memasuki tahap yang signifikan. Menkop menambahkan, bahwa program ini akan mencakup pembangunan gudang modern untuk penyimpanan barang-barang kebutuhan pokok dan produk lokal dari desa serta pembangunan fasilitas apotek dan klinik desa yang akan mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat desa.
“Sangat Penting”
“Pembangunan fasilitas-fasilitas fisik seperti gudang, apotek dan klinik desa ini sangat penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi dan sosial di desa. Selain itu, koperasi desa juga akan dilengkapi dengan lembaga keuangan mikro yang bisa memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil mereka,” jelasnya.
KDKMP juga akan memiliki fasilitas kendaraan logistik yang bertujuan memperlancar transportasi barang dari desa ke luar dan sebaliknya, memutus mata rantai distribusi yang panjang dan mahal. “Kami ingin koperasi desa ini menjadi instrumen yang paling bawah dalam distribusi barang dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” tambahnya.
Dia mengingatkan di era globalisasi ini, ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi harus menjangkau sektor riil untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan adil. “Kami mendorong koperasi-koperasi syariah untuk memperkuat sektor riil dan bergerak lebih aktif mengembangkan ekonomi di masyarakat. Ekonomi syariah harus dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” pintnya.
Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah Indonesia. Dia menyebut Indonesia saat ini berada di posisi ketiga Global Islamic Economy Indicator. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam industri halal global.
“Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), kita bisa membawa ekonomi syariah ke tingkat yang lebih tinggi, menciptakan ekosistem ekonomi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutup Ferry.
Erwin Tambunan
Menkop Ferry Juliantono menerima cenderamata dari pimpinan Symposium ‘Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership’. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















