banner 728x250

All England 2026: Wakil Indonesia, Bertumbangan di Perempatfinal

banner 120x600
banner 468x60

BIRMINGHAM, gen-idn.com – Empat wakil Indonesia yang terdiri dari tunggal putra-putri atas nama Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani serta ganda putra Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat serta ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tumbang pada pertandingan perempatfinal All England 2026 yang manggung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Jumat (6/3/2026).

Putri Kusuma Wardani sebagai unggulan keenam, tidak berkutik di tangan unggulan utama An Se Young (Korea Selatan) dua game langsung 11-21, 14-21. Kemudian ganda putra Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat juga takluk dari Chen Bo Yang/Liu Yi (China) dua game 16-21, 10-21. Selanjutnya Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah masih mampu bermain rubber-game saat bertemu wakil China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui 17-21, 21-18, 15-21 yang merupakan unggulan keenam.

banner 325x300

Tunggal putra harapan merah putih Alwi Farhan juga tumbang saat berhadapan dengan sesama pebulutangkis ASEAN, yakni Kunlavut Vitidsarn (Thailand) 17-21, 12-21. Kunlavut yang menempati posisi unggulan kedua, tidak memberi ampun pada game kedua dengan skor 12-21. Meski demikian, capaian atlet Indonesia membanggakan, karena tersungkur di babak perempatfinal.

“Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati permainannya, pemain yang kuat untuk sekarang. Itu modal dia untuk bisa mencapai level yang sekarang. Dan saya coba melawan, tapi saya rasa saya sedikit kalah rapi dari segi pukulannya. Hal positif yang bisa saya ambil dari All England pertama ini adalah jeri payah latihan saya, persiapan selama menuju ke sini menunjukkan hasil yang cukup ada perkembangan.”

Putri Kusuma Wardani dan lawannya An Se Young.

“Saya sudah mulai bisa revans dengan lawan yang kemarin 2 kali kalah, Chou Tien Chen (Taiwan) tapi memang belum berhasil dari Kunlavut,” ujar Alwi kepada Tim Media dan Humas PP PBSI.

Putri Kusuma Wardani menimpali,” Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top 4 karena menurut saya benar-benar yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar. Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu. Jadi bisa kayak 2-3 poin lalu hilangnya banyak banget.”

“Di dua pertemuan terakhir perlawanan saya belum seperti saat di World Tour Finals 2025. Kami sudah sering bertemu dan pasti belajar kebagusan, kelemahan masing-masing. An Se Young pasti belajar dan begitu juga saya. Tapi cara mematikan dia yang saya belum menemukan lagi caranya,” tutur Putri.

Mion Efendy

Alwi Farhan bermain net untuk menekan lawannya Kunlavut Vitidsarn, namun pengalam Kunlavut berbicara untuk mengalahkannya. Foto: Humas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *