banner 728x250

Polytron Indonesia Open 2026: Rachel/Febi dan Febriana/Meilysa Bertemu di Perempafinal

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari ke perempatfinal Polytron Indonesia Open 2026 usai menang atas lawan-lawannya pada babak 16 besar di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta pada Kamis (4/6/2026).

Rachel/Febi menumbangkan ganda putri asal Amerika Serikat, Francesca Corbett/Jennie Gai dengan rubber game 21-18, 17-21 dan 21-13. Rekan senegera mereka Febriana/Meilysa menjungkirkan pebulutangkis dari Taiwan, Pei Shan Hsieh/Hung EnTzu juga dengan rubber game 13-21, 21-17 dan 21-15.

banner 325x300

Rachel/Febi membutuhkan waktu 57 menit untuk menuntaskan laga, sedangkan Febriana/Meilysa lebih cepat dua menit. di turnamen bergengsi berhadiah total USD1.450.000 tersebut. Penampilan kedua pasangan itu didukung pendukung masing-masing yang hadir di Istora Senayan

“Menurut kami, pasangan Amerika Serikat ini punya pertahanan yang cukup rapat dan susah dimatikan. Mereka cukup gigih mengejar kemana pun bola kami arahkan,” ujar Febi kepada Tim Media dan Humas PP PBSI seusai berlaga.

“Kalau merasa diuntungkan, sebetulnya kami merasa lebih siap saja, saat tahu pasangan Amerika Serikat yang menang, kami tidak lengah. Mereka memang mengalahkan pasangan China, pasti itu sesuatu hal yang besar juga buat mereka. Kami yakin mereka pasti sudah mempersiapkan diri melawan kami hari ini,” lanjut Rachel.

Menang di game pertama, Rachel/Febi mengatakan mereka kehilangan fokus di game kedua. Mencoba untuk lebih tenang dan menerapkan pola permainan yang diarahkan pelatih, membuat Rachel/Febi bisa mengambil alih kendali permainan di game penentuan.

“Mengembalikan Fokus”

“Di game kedua mungkin kami sempat hilang fokus. Untungnya di game ketiga kami bisa mengembalikan fokus dan kepercayaan diri kami lagi,” kata Febi.

“Mungkin di game kedua agak kendor sedikit dan tidak sesuai dengan strategi yang pelatih kasih. Tapi di game ketiga kami coba buat lebih tenang terus lebih dikontrol lagi pergerakan semuanya,” beber Rachel.

“Di awal-awal game pertama kami bisa unggul jauh, cuma pas di 18-11 kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu poin penting juga untuk hari ini, untuk evaluasi juga, untuk tidak terlalu terburu-buru dan tidak melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri. Bermain di Istora itu jadi motivasi karena main di rumah sendiri ibaratnya. Sebenarnya penonton modal juga buat kami, buat terus semangat dan lawan juga pastinya kena tekanan dengan teriakannya. Jadi membantu sekali,” tutur Siti Fadia.

“Performa kami hari demi hari semakin membaik, tapi kemarin kan kami sempat ketinggalan di game ketiga lalu hari ini sudah unggul hampir terkejar, jadi ya itu dua pelajaran yang diambil dari dua pertandingan ini untuk modal melangkah di perempatfinal besok.”

Amallia Cahaya Pratiwi menbahkan, “Di game pertama sempat terburu-buru, lalu mengikuti pola lawan, kurang bisa meredam. Tapi alhamdulillah kami bisa kembali ambil poin lagi dan memenangkan permainan,” terangnya.

Kekalahan pada pertandingan 16 besar dialami ganda campuran Meerah Putih lainnya di hadapan penggemar sendiri, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang digagalkan unggulan keenam dari China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dua game langsung 17-21, 9-21.

Mion Efendy

Meilysa Trias Puspitasari bergerak memotong umpan lawannya. Bersama rekannya Febriana Dwipuji Kusuma, mereka menang atas Pei Shan Hsieh/Hung EnTzu (Taiwan). Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *